Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 April 2017 | 15.27 WIB

Kisah Rumah Suripno yang Jadi Tempat Singgah Terduga Teroris Tuban

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com- Suripno tak membayangkan rumah miliknya yang  baru saja dikontrak sekitar dua pekan ternyata jadi tempat para terduga teroris Tuban singgah. Maklum, rumah miliknya itu belum genap sebulan  mendapatkan pengontrak, setelah anaknya yang sebelumnya mengisi  pindah.


Dia  kaget mengetahui pengontrak rumahnya masuk dalam incaran Densus 88 sebagai terduga teroris. ”Soalnya saat datang menemui  saya, mereka  baik-baik dan saya lihat juga sopan, jadi saya izinkan (mengontrak),” ucapnya ditulis Radar Semarang.com  (Jawa Pos Group).


Menurutnya, tak ada yang aneh dengan para penghuni yang mengontrak rumahnya. Sesekali, diakuinya, memang terlihat ada  tamu yang keluar masuk rumah yang dikontrakannya itu.  Namun, dirinya tidak mengira jika rumahya dijadikan tempat tinggal dan koordinasi para pelaku teroris. 


Densus 88 bersama tim Gegana Brimob Jateng melakukan penggeledahan terhadap rumah Suripno di kontrak di Dukuh Krajan, Desa Montongsari RT 02/RW 02, Weleri. Rumah tersebut diduga dijadikan tempat untuk koordinasi para terduga teroris yang tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD) sebelum berangkat ke Tuban.


Selain itu, Densus 88 bersama Gegana Brimob juga menggeledah rumah  rumah Irsyad alias Syeh (40), terduga teroris warga Dukuh Balong, Desa Randusari RT 03/02, Kecamatan Rowosari.


Seperti diketahui, sebanyak enam terduga teroris tewas dalam baku tembak dengan Densus 88 di Tuban, setelah terkepung di kebun milik warga. Keenam terduga teroris itu sebelumnya sempat menyerang anggota Satlantas Polres Tuban, Minggu pagi.


Warga Dukuh Krajan juga kaget saat ada penggeledahan di rumah milik Suripno yang belum lama  dikontrak oleh para  pendatang. 


Mujilah  (40),   mengatakan bahwa ada dua orang yang setiap harinya menempati rumah tersebut. Namun ia sendiri tidak mengenal namanya secara benar, keduanya jarang berkomunikasi dengan warga. 


”Hanya saja, setiap hari keduanya membeli sarapan di warung saya. Itu pun tidak bicara dan seringnya beli nasi bungkusan dan di makan di rumah. Setelah beli sarapan, masuk ke rumah dan tidak pernah keluar,” tuturnya.


Dijelaskan juga bahwa dua orang tersebut menempati rumah sekitar dua pekan ini. Yakni sejak 28 Maret 2017 lalu. ”Oleh pemilik rumah, tidak mau dikontrakkan, sebab tadinya ditempati oleh anak-anaknya. Namun karena anaknya pindah dan tidak ada yang merawat rumah, akhirnya dikontrakkan,” paparnya.


Mujilah mengaku sempat  menanyai nama dan asal tempat tinggal. Dari pengakuan keduanya mengaku jika salah satu dari mereka adalah warga Semarang dan satu lainnya warga Tersono, Batang. ”Kalau yang saya tahu mengaku dari Tersono.  Orangnya juga jarang pulang. Mengakunya kerja sebagai tukang reparasi laptop handphone,” imbuhnya.


Sementara itu Kapolres Kendal AKBP Firman Darmasyah mengatakan rumah Suripno diduga pernah ditinggali terduga teroris Yudistira dan Endar Prasetyo. ”Untuk barang yang diamankan dari dalam rumah, masih menunggu perkembangan dan penyelidikan Densus 88 Mabes Polri,” katanya.(bud/ida/ce1/nas/JPG)


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore