Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 April 2017 | 13.18 WIB

Namanya Khat, di Indonesia Disebut Teh Arab, Baca Nih Aturannya!

Tanaman khat atau Teh Arab - Image

Tanaman khat atau Teh Arab

JawaPos.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) sedang memantau peredaran narkoba jenis baru di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. BNN terus mengendus keberadaan teh arab atau khat, tanaman yang mengandung zat katinon, atau narkoba golongan 1, di selatan Kabupaten Bogor

"Masih banyak yang menanam "teh arab" di sana (Puncak),” ujar Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso kepada Radar Bogor saat hadir sebagai pembicara pertemuan pemred Jawa Pos Group di Hard Rock Hotel Bali, kemarin (12/4).

Buwas, sapaanya, mengatakan, tanaman yang semula disebut teh arab ini mulai naik daun di 2013, setelah peristiwa penggerebekan artis Rafi Ahmad. Dari hasil uji laboratorium, khat kuat mengandung katinon. Tanaman ini jika dikonsumsi lewat dari 48 jam maka masuk dalam Narkotika Golongan III untuk katina.

“Katinonaa dan katina memiliki efek stimulan seperti timbulnya euphoria, hiperaktif, tidak mengantuk dan tidak menimbulkan rasa lapar,” kata Buwas.

Mantan Kabareskrim Polri ini menambahkan, jika dulu pada kasus Rafi Ahmad belum jelas aturannya, sekarang sudah ada aturan jelas yang memuat sanksi pengguna dan pengedar khat. Karena itu BNN terus memantau wilayah Kabupaten Bogor yang diketahui tempat budidaya tanaman tersebut.

“Saat ini ditemukan 60 jenis narkoba baru dan akan terus berkembang. Baru 43 jenis yang sudah diatur dalam Permenkes no 2 tahun 2017," ujar mantan Kapolda Gorontalo ini.

Terkait dengan penemuan jenis baru yang belum ada aturannya, BNN akan mengirim ke laboratorium di luar negeri yang bisa meneliti. BNN, imbuhnya, sedang berusaha untuk memiliki laboratorium yang canggih dan alat-alat yang super canggih untuk memberantas narkoba.

“Semua pihak harus prihatin karena narkoba sudah menyusup hingga ke murid TK. Bahkan di Kalteng, bayi sudah bisa terpapar narkoba. Bandar narkoba sedang meregenerasi pangsa pasarnya. Sehingga anak-anak dibuat kecanduan dengan berbagai bentuk. Mulai dari permen bahkan bisa jadi pisang goreng," papar alumni SMAN 2 Bogor ini.
 (ira/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore