Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 April 2017 | 23.33 WIB

Gagalkan Penyanderaan Jambret, Aiptu Sunaryanto Diberi Penghargaan

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan bersama Aiptu Sunaryanto - Image

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan bersama Aiptu Sunaryanto

JawaPos.com - Atas prestastinya menyelamatkan korban sandera dan perampokan di angkutan kota KWK T 25, Aiptu Sunaryanto mendapat penghargaan dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan. Penghargaan ini dalam bentuk piagam.

Pemberian ini dilakukan di Polda Metro Jaya. Selain memberikan penghargaan terhadap Sunaryanto, Iriawan juga memberikan penghargaan pula kepada beberapa anggota yang dinilai berprestasi. Total, ada 23 anggota kepolisian yang diberikan penghargaan.

Sebanyak 18 orang di antaranya adalah anggota Polres Kota Bandara Soekarno Hatta yang berhasil mencegah masuknya narkoba ke dalam Indonesia melalui Bandara Soetta. Namun ke-18 orang itu diwakili oleh salah seorang anggota Polres Kota Bandara Soekarno Hatta, Aiptu Nugraha.

"Dengan dedikasi yang tinggi, dengan pengorbanan yang luar biasa, dengan perhitungan yang matang, yang bersangkutan dapat menyelamatkan rakyat kita dari ancaman kekerasan, yang tidak lain adalah nyawa taruhannya. Oleh sebab itu sekali lagi terimakasih," kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Rabu (12/4).

Dia menerangkan bahwa aksi Sunaryanto dan para anggota yang juga mendapatkan penghargaan hari ini membuat kepercayan masyarakat pada polisi terus meningkat. Mantan Kadiv Propam ini meminta Sunaryanto untuk menjelaskan sedikit tentang langkah yang dilakukannya ketika melumpuhkan Hermawan (28).

"Aiptu Sunaryanto, tolong kesini sebentar, saya mau tanya-tanya ke bapak. Saya atas nama pimpinan PMJ mengucapkan terimakasih, tepuk tangan untuk Pak Sunaryanto," ucap Iriawan.

Lantas, Sunaryanto maju dan menjelaskan sedikit kronologis kejadian yang ia alami ketika melumpuhkan Hermawan yang pada Minggu malam (9/4) menyandera seorang ibu dan anaknya dalam angkutan kota KWK T 25. Sunaryanto menerangkan, dia dahulu melakukan negosiasi dengan pelaku, namun, sampai setengah jam lamanya, negosiasi tak membuahkan hasil.

Karena negosiasi yang alot, lantas, Sunaryanto memberanikan diri untuk bertindak tegas sebagai aparat. Dia akhirnya melumpuhkan pelaku dengan timah panas. Namun, sebelum melakukan hal itu, dirinya melakukan koordinasi dulu dengan masyarakat yang ada di lokasi kejadian lantaran situasi yang sangat ramai.

"Saya koordinasi dengan masyarakat sekitar, saya minta tolong kepada ojek online dan petugas sosial, 'tolong dong mas bantu saya, itu massa yang ada di belakang angkot agar menjauh, kalau saya lumpuhkan agar tidak mengenai yang lainnya'. Terus saya juga bilang ke ojek onlinenya, 'nanti situasi apapun setelah saya tindak dengan pelumpuhan, sebisa mungkin ibunya ditarik, apapun yang terjadi'," paparnya.

Usai menceritakan hal itu, Sunaryanto disambut tepuk tangan para anggota kepolisian yang menyaksikan pemberian penghargaan itu. Ke depannya Iriawan berharap, bukan hanya Sunaryanto, namun para anggota polisi lain bisa melakukan hal serupa.

"Sekali lagi saya dan keluarga besar PMJ merasa bangga dengan saudara, di tempat lain lalu lintas pernah menjatuhkan citra polri, sementara di PMJ menaikkan citra polri yang kita cintai. Tepuk tangan," terang Iriawan. (elf/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore