
Ilustrasi
JawaPos.com - Pemilik sabu seberat 15,39 Kg atas nama Abdurrahman tewas. Dia ditembak polisi karena berupaya melarikan diri dan melawan petugas saat diminta menunjukkan barang bukti di wilayah Pontianak Utara, Selasa (11/4) pukul 00.30.
“Dia sebagai pemilik dari barang yang disita sebelumnya sebanyak 15,39 Kg itu. Dia sebagai bandar barang itu dan pemodal, karena dia langsung dapat dari Malaysia,” kata Kepala BNNP Kalbar Nasrullah dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Rabu (12/4).
Nasrullah mengungkapkan, petugas dari pusat sudah mendapatkan informasi keberadaan Abdurahman alias H dan langsung menangkapnya di Bandara Internasional Supadio Pontianak, ketika akan melarikan diri ke Malaysia. Kemudian dikembangkan lagi untuk mencari barang bukti dan tersangka lainnya.
“Petugas sudah mendapat informasi kebaradaan dan jaringannya. Dia ada di bandara untuk melarikan diri. Ditangkap hari Senin (10/4),” ungkapnya.
Petugas memintanya untuk menunjukkan lokasi penyimpanan barang bukti lainnya. “Kami dapat informasi bahwa barang lain ada di sekitar gudang daerah khatulistiwa," jelas Nasrullah.
Dia menjelaskan, pada saat turun dari kendaraan, Abdurrahman mencoba melarikan diri dan melawan. Akhirnya petugas mengambil tindakan tegas. Nyawanya tidak tertolong lagi dan meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
“Pada saat turun di gudang yang dia tunjuk, rupanya dia berusaha untuk melarikan diri. Dia melakukan perlawanan. Akhirnya ditembak, meninggal pada saat dalam perjalan dibawa ke rumah sakit,” papar Nasrullah.
Nasrullah mengatakan, pengungkapan 15,39 Kg sabu ini melibatkan lima tersangka. Dua tersangka tewas, dua lainnya berhasil diringkus. Sedangkan seorang lainnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Kasus ini masih terus dikembangkan. “Ini masih kita kembangkan, yang DPO ke depannya harus kita tangkap. Itu sasarannya,” tegas Nasrullah.
Pantauan Rakyat Kalbar, sekitar pukul 14.00 hingga sore, kantor BNNP Kalbar di Jalan Paris II Pontianak tesebut dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI. Nasrullah menerangkan penjagaan itu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. “Dua orang tahanan itu masih di sini, dengan karakteristik di Kalbar ini, hanya antispasi saja sebenarnya,” ucapnya. (amb/fab/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
