
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan kuliah umum di depan 600 wisudawan Universitas Terbuka (UT) Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Jember di kampus Universitas Jember (Unej)
JawaPos.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan kuliah umum di depan 600 wisudawan Universitas Terbuka (UT) Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Jember di kampus Universitas Jember (Unej), beberapa waktu lalu. Dalam kuliahnya tersebut, Anas memotivasi agar para wisudawan yang mayoritas mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) itu mau mengabdi ke desa-desa.
"Saat ini sajadah pahala terhampar luas. Guru bisa mendapat banyak pahala apabila mau mengabdi ke desa-desa, untuk mendidik anak-anak di desa yang secara geografis sulit dijangkau. Di Banyuwangi ada namanya program Banyuwangi Mengajar, kami kirim sarjana-sarjana muda untuk mendidik anak di desa-desa," kata Anas.
Kata Anas, berapapun banyak infrastruktur yang dibangun, jika SDM tidak disiapkan, maka kemajuan tidak akan pernah bisa terwujud. Selain itu Anas juga menekankan pentingnya pendidikan anak yang masih dalam periode emas yaitu ketika anak berusia hingga 5 tahun.
Di masa itu, pertumbuhan anak sangat memengaruhi sikap dan pemikirannya hingga dewasa. Sekitar 50 persen kecerdasan dan sikap anak dibentuk di usia tersebut. “Karenanya, keberadaan PAUD sangat penting. Bahkan di indikator kemiskinan yang dikembangkan Universitas Oxford, pendidikan prasekolah masuk untuk menghitung apakah keluarga itu tergolong miskin atau tidak," papar Anas.
Menurut Anas, banyak warga yang mungkin secara ekonomi sudah mampu, namun tak mengirimkan anaknya ke pendidikan prasekolah karena berbagai alasan, seperti lokasi yang jauh. ”Maka ini perlu didorong semakin banyak PAUD. Di Banyuwangi sudah terdapat 1.238 PAUD di seluruh Banyuwangi dengan anggaran mencapai Rp38 miliar. Kita memprogramkan satu dusun, minimal satu PAUD. ini penting dilakukan tidak hanya di Banyuwangi, tapi juga seluruh daerah," kata Anas di hadapan 625 wisudawan yang berasal dari Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan Probolinggo.
Salah satu cara untuk mempercepat penetrasi PAUD adalah dengan memanfaatkan Posyandu sebagai PAUD atau kerap disebut Taman Posyandu. Saat ini di Banyuwangi baru ada 400 Taman Posyandu yang juga menjadi PAUD.
"Posyandu yang terintegrasi dengan PAUS ke depan akan kami tingkatkan karena Posyandu letaknya relatif menyebar, sehingga warga mudah mengaksesnya. Dengan demikian, makin banyak warga yang mengirim anaknya ke pendidikan prasekolah,” ujar Anas.
Program pengembangan SDM di Banyuwangi sendiri tidak hanya di usia emas. Untuk menekan angka putus sekolah, Pemkab Banyuwangi juga menerapkan program Garda Ampuh (Gerakan Daerah Angkat Anak Putus Sekolah). Selain itu, beasiswa Banyuwangi Cerdas yang diperuntukkan mahasiswa. "Sudah ada 700 anak muda Banyuwangi yang mendapat beasiswa kuliah di sejumlah perguruan tinggi dengan dana yang dikeluarkan Rp14 miliar," kata Anas. (jpg)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
