
TELITI TBC: Satria Arief Prabowo.
JawaPos.com - Satria Arief Prabowo, mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut PhD London School of Hygiene & Tropical Medicine kini mendalami riset seputar Tuberculosis (TB).
Yang membuat menarik, riset laki-laki asal Surabaya tersebut merupakan riset kolaborasi 20 negara yang mendapat suntikan dana EUR 25 juta (setara Rp 400 miliar) untuk riset yang fokus dalam pengembangan vaksin TB terbaru itu.
’’Secara umum masalah TB di Indonesia hampir sama dengan negara-negara berkembang lain di dunia, yakni diperlukan vaksin baru yang lebih efektif dan juga terapi yang lebih singkat,’’ ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang dikukuhkan menjadi dokter di usia 21 tahun tersebut.
Sementara pengobatan TB dianggap belum efektif, lebih parahnya lagi dalam kasus TB itu diketahui adanya multi-drug resistant tuberculosis (MDR-TB) atau kekebalan terhadap pengobatan dimana keberhasilan terapi hanya mencapai kisaran 50 persen dan diperlukan jangka waktu pengobatan hingga 20 bulan. Jenis TB ini dilaporkan semakin meningkat dewasa ini dan sangat sulit untuk diobati.
Maka dari itu, penelitian doktoralnya bertujuan untuk menjawab dua permasalahan ini. Melalui konsorsium riset yang didanai oleh grant dari Uni Eropa, proyek yang dilakukan di sana bertujuan untuk mengembangkan sebuah vaksinasi terapeutik bagi penderita TB.
Menurutnya, pendekatan ini cukup unik karena umumnya vaksinasi diberikan untuk mencegah penyakit. Tetapi ternyata dapat pula diberikan pada penderita yang sudah sakit untuk membangkitkan sistem kekebalan tubuh dan potensial untuk memperpendek masa pengobatan penderita TB.
’’Jika terapi ini dapat diperpendek dari enam bulan menjadi satu bulan saja misalnya, hal itu akan berdampak besar. Bahkan angka penyakit TB dapat berkurang secara signifikan di dunia dibandingkan dengan saat ini,” ungkapnya.
Sementara untuk suatu vaksin baru dapat diterapkan secara luas. Namun diperlukan beberapa tahap uji coba untuk mengetahui regimen yang optimal bagi penderita. Tahap awal itu meliputi uji coba pada hewan coba dan sistem in-vitro untuk mengetahui sejauh mana vaksin tersebut dapat membangkitkan sistem imun.
Dan hal itu sudah dia kerjakan selama 1 tahun menempuh studi PhD di London, Inggris. ’’Hasilnya ternyata cukup memuaskan dan mendukung untuk dilakukan uji coba lebih lanjut pada manusia,’’ ujar Satria. (ina/tia)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
