Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 April 2017 | 01.01 WIB

Gus Ali: Ini Bentuk Demo Para Kiai

DOA UNTUK BANGSA: Pekerja mempersiapkan panggung utama  istighotsah kubro di Gelora Delta, Sidoarjo. - Image

DOA UNTUK BANGSA: Pekerja mempersiapkan panggung utama istighotsah kubro di Gelora Delta, Sidoarjo.


JawaPos.com- Pesan para kiai sepuh NU agar istighotsah kubro pada Minggu (9/4) benar-benar bebas politik mendapat perhatian serius dari PW NU Jatim. Mereka memastikan tidak boleh ada atribut politik apa pun dalam event akbar di kompleks Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, itu.



Para pengurus PW NU juga sepakat tidak memberikan panggung untuk para politikus maupun pejabat negara/daerah yang hadir. Namun, PW NU tetap mempersilakan mereka mengikuti istighotsah kubro. ”Tidak boleh ada atribut apa pun. Nanti teman-teman Banser menertibkan jika ditemukan. Sebab, ini adalah amanah seluruh kiai sepuh,” tegas Ketua PW NU Jatim KH Mutawakkil Alallah.



Dalam paparan itu, Kiai Mutawakkil didampingi Wakil Rais Syuriah KH Agoes Ali Masyhuri serta ketua panitia istighotsah kubro KH Ahsanul Haq.



Kiai Mutawakkil yang juga pengasuh Ponpes Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo, itu menyatakan, istighotsah kubro murni kegiatan agama untuk menyikapi persoalan kebangsaan. ”Ini (istighotsah kubro, Red) adalah jawaban atas keprihatinan dan kegelisahan para kiai sepuh,” ujarnya.



Kondisi itu pula yang membuat warga nahdliyin bakal berbondong-bondong menuju Sidoarjo untuk istighotsah dan berdoa bersama ulama. Bahkan, di berbagai daerah juga akan digelar acara serupa di waktu bersamaan. ”Kegiatan itu akan digelar warga nahdliyin yang berhalangan hadir di istighotsah kubro,” katanya.



Kiai Mutawakkil memperkirakan, rombongan jamaah bakal berdatangan di Sidoarjo pada Sabtu malam. Sejauh ini, persiapan hampir tuntas. ”Baik sisi persiapan acara hingga pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Insya Allah sudah selesai,” katanya.



KH Agoes Ali Masyhuri mengungkap alasan utama di balik istighotsah kubro. Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat Sidoarjo itu menuturkan, begitu banyak keprihatinan yang saat ini dirasakan para ulama dan kiai sepuh. ”Yang pertama, keringnya visi keilahian, terutama akibat krisis pemimpin,” kata Gus Ali, sapaan akrabnya. Salah satu buktinya adalah maraknya aksi yang berpengaruh pada situasi kebangsaan. ”Baik yang berskala lokal, nasional, hingga internasional,” katanya.



Gus Ali menyatakan, kondisi itu tidak lepas dari minimnya tokoh yang bisa menjadi teladan umat. Padahal, krisis tersebut lebih mengkhawatirkan bila dibandingkan dengan krisis ekonomi sekalipun. Kondisi itulah yang memaksa para ulama dan kiai sepuh berijtihad untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut. ”Istighotsah bisa menjadi penjernih pikiran dan hati kita semua,” katanya.



Gus Ali bahkan sempat menyebut bahwa istighotsah kubro adalah salah satu bentuk protes para kiai pada kondisi saat ini. ”Ini demonya para kiai. Karena yang demo ulama, bentuknya adalah istighotsah bersama umat,” katanya. (ris/c10/oni)






Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore