Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 April 2017 | 20.51 WIB

Indonesia Kutuk Serangan Senjata Kimia di Syria

Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir - Image

Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia mengutuk aksi serangan senjata kimia di Syria yang digunakan untuk mengusir pemberontak.  Akibat penggunaan senjata tersebut puluhan warga sipil tewas dan belasan lainnya luka-luka di kota Khan Sheikhoun.


Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arrmanatha Nasir mengatakan Pemerintah Indonesia prihatin dengan serangan yang banyak melukai anak-anak itu. Tidak hanya itu, Indonesia menolak serangan kimia untuk apapun tujuannya.


"Kami mengutuk serangan itu yang memakan banyak korban termasuk anak-anak. Sebagai negara yang menjunjung perdamaian, kami menolak serangan oleh siapapun dan untuk tujuan apapun," tukas Tata dalam Konferensi Pers di Gedung Kemenlu, Jumat (7/4).


Menurutnya, tindakan militer tersebut dilakukan tanpa persetujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tak sejalan dengan perdamaian internasional.


Bagi Indonesia, kata Arrmanatha Nasir, stabilitas di Syria hanya dapat tercapai dalam proses dialog dan kesepakatan. "Semua harus menahan diri dan harus bisa menghentikan kekerasan dan menghormati serta melindungi Hak Asasi Manusia (HAM)," ungkap Tata.


Pada serangan ini, Pemerintah Syria membantah melakukan serangan tersebut dan berdalih sebagai propaganda pemberontak. Para korban yang terkena senjata ini mengalami mual, muntah, mulut berbusa, hingga pingsan. (cr1/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore