Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 April 2017 | 13.53 WIB

Kepala Dinas Kena OTT Itu Dua Bulan Lagi Akan Pensiun

Tim tipikor Polda Sumut menggiring Kadis ESDM Sumut Eddy Saputra Salim (tengah) yang terkena OTT. - Image

Tim tipikor Polda Sumut menggiring Kadis ESDM Sumut Eddy Saputra Salim (tengah) yang terkena OTT.

JawaPos.com - Tertangkapnya Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumut, Eddy Saputra Salim oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda setempat menjadi kado terburuk baginya menjelang akhir pengabdiannya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Betapa tidak, Eddy Saputra Juni mendatang akan pensiun.


Sekda Prov Sumut, Hasban Ritonga mengaku kaget dan prihatin atas kejadian yang menimpa anak buahnya itu. Apalagi katanya, yang bersangkutan pada Juni mendatang sudah memasuki masa pensiun. “Bulan 6 kami pensiun. Ada tiga nanti yaitu selain saya juga Pak Eddy dan Pak Bukit (Tambunan),” terang Hasban Ritonga seperti dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Jumat (7/4).


Hasban mengaku, hanya baru menerima laporan bahwa ada OTT tim saber pungli Polda Sumut di kantor Dinas ESDM. “Saya terkejut karena setahu saya orang yang bersangkutan itu orang baik, makanya kami kaget. Apalagi selama ini belum ada laporan yang saya terima terkait perlakuan-perlakuan seperti itu," sambungnya.


Yang membuat Hasban tidak percaya lagi, karena saat ini sedang dilakukan peralihan kewenangan dan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK).


Hasban menilai, selama ini Eddy juga merupakan sosok yang kompeten dalam tugasnya. Sebab berdasarkan hasil nilai uji kompetensi yang dilakukan untuk pejabat di jajaran Pemprov Sumut, Eddy Saputra Salim mendapatkan nilai yang baik.


Atas kasus ini, sambungnya, Pemprov Sumut memegang prinsip praduga tak bersalah.  “Kalau ditanya sikap kami sudah pasti Pemprov akan berpihak kepada penegakan hukum, itu sudah pasti meski hal itu pahit ya tapi tetap Pemprov Sumut berpihak ke penegakan hukum. Dalam kasus ini kami tetap dalam koridor azaz praduga tidak bersalah," terangnya.


Hasban meminta kepada semua jajaran ataupun aparat SKPD di jajaran Pemprov Sumut untuk dapat menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran dan harus lebih berhati-hati dan berani untuk berkata tidak dan berani untuk jujur. (bal/mag-1/adz/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore