Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 April 2017 | 14.05 WIB

Bongkar Jual Beli Kunci UNBK, Pelakunya Mahasiswa

BONGKAR: Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad membeberkan hasil pengungkapan kasus jual beli kunci ujian nasional berbasis komputer di Tuban. - Image

BONGKAR: Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad membeberkan hasil pengungkapan kasus jual beli kunci ujian nasional berbasis komputer di Tuban.


JawaPos.com- Uang tunai Rp 10,7 juta menumpuk di meja yang ditempatkan di teras kantor Satreskrim Polres Tuban. Di samping tumpukan fulus tersebut tergeletak kartu anjungan tunai mandiri (ATM) lengkap dengan buku rekening. Selain itu, terpapar tumpukan kertas bertulisan kunci jawaban ujian nasional berbasis komputer (UNBK) lengkap dengan nama siswa.



Ya, itulah barang bukti yang disita Satreskrim Polres Tuban dari tangan M. Khotibul Umam, 21, mahasiswa salah satu kampus di Bojonegoro. Pria yang akrab disapa Khotib itu harus berurusan dengan polisi setelah praktik jual beli kunci jawaban UNBK SMA, SMK, dan MA yang dijalani selama dua tahun terbongkar.



Khotib yang diduga terangkai dalam sebuah jaringan intelektual itu kini didalami polisi. Dipastikan tidak hanya kali ini dia melakukan praktik tersebut. Pada tahun lalu, Khotib juga menjual kunci jawaban ujian nasional SMA dan SMK di Tuban dan Bojonegoro. Dari bisnis haram tersebut, dia kepada petugas mengaku untung hingga Rp 25 juta. Karena tergiur dengan angka yang fantastis tersebut, dia kembali mengulangi perbuatan tersebut tahun ini.



Modusnya masih sama, menjual kunci jawaban. Harga yang ditawarkan bervariasi. Mulai Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per siswa, bergantung kepada asal sekolah. Harga paling murah biasanya dipatok untuk siswa asal sekolah pinggiran.



Dalam aksi jual beli kunci UNBK tahun ini, pria yang tinggal di Jatirogo, Tuban, itu meraup untung Rp 31 juta. Berdasar penyelidikan sementara, uang tersebut didapat dari siswa SMA dan MA pembeli kunci jawaban di Jatirogo dan Jenu. Itu terlihat dari list dokumen milik Khotib yang disita petugas. ’’Sementara yang kami identifikasi ada siswa-siswi dari tiga sekolah yang menjadi pelanggan tersangka,’’ tutur Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad.



Kepada para korbannya, terang dia, Khotib menjanjikan kunci jawaban yang dijual itu 100 persen asli. Itu dibuktikan dengan menunjukkan dokumen kunci jawaban UNBK SMK plus kode soal. Pria bertubuh kurus kecil itu kepada petugas mengaku mendapat kunci jawaban dari salah seorang temannya yang merupakan siswa salah satu SMK. Identitas siswa tersebut masih dirahasiakan petugas untuk pengembangan penanganan perkara yang mencoreng dunia pendidikan tersebut.



Dalam penyelidikan, juga terungkap bahwa Khotib menjanjikan akan mengirimkan kunci jawaban UNBK ke konsumen pada Minggu malam (9/4) atau sehari sebelum UNBK jenjang SMA dimulai. Meski UNBK bukan penentu kelulusan, banyak korban yang tergiur dengan kunci jawaban yang disediakan Khotib. Para korban yang bersedia membeli kunci jawaban itu diwajibkan menyerahkan uang muka terlebih dahulu. Pelunasannya dilakukan sebelum kunci jawaban dikirimkan.



Beruntung, petugas terlebih dahulu mencium praktik itu. Khotib yang hendak bertemu dengan kliennya untuk mengambil uang muka pada Rabu sore (5/3) dibekuk. Dia diamankan di sebuah kafe di dekat rumahnya. ’’Kami menemukan file-file kunci jawaban SMK di handphone milik tersangka. Ini akan kami cocokkan ke dinas pendidikan apakah asli atau palsu,’’ tambah Fadly.



Khotib dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukumannya empat tahun penjara. (yud/ds/c4/end)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore