
HANGUS: Petugas Satpol PP dan Damkar Magetan menyemprot bagian bangunan bedak yang masih menyisakan kobaran api.
JawaPos.com- Pasar Burung Kelurahan Tambran, Magetan, Rabu (5/4) terbakar. Api melahap habis delapan stan hingga menyisakan arang. Polisi belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kebakaran yang melumat satu di antara dua deret bangunan di timur GOR Ki Mageti tersebut.
Tidak ada korban dalam peristiwa kebakaran pada pagi buta itu. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. ”Dugaan sementara karena korsleting listrik,” kata Kapolsek Magetan Kota AKP Agus Suprijanto saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).
Agus menjelaskan, keterangan dari sejumlah saksi menyebutkan api kali pertama berkobar dari los bagian tengah sekitar pukul 04.30. Dengan cepat si jago merah menjalar ke sisi selatan dan utara. ”Kami belum bisa memintai keterangan pemilik bedak tersebut. Selain itu, perlu menganalisa hasil olah TKP dan identifikasi lebih dulu. Sebab, saat kejadian, kondisi kosong, tidak ada orang,” ucapnya.
Si jago merah berhasil dipadamkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Satpol PP Magetan sekitar pukul 05.45. Namun, delapan bedak telanjur jadi arang dan nyaris rata dengan tanah. Los tersebut masing-masing milik Darso yang digunakan warung, Andry (konter HP), Kasmadi (pakan burung), Yahya (warung lesehan), bedak kosong, dan Erwin (konter HP). Juga bedak milik Suroto sebagai tempat tinggal (dalam kondisi kosong ) serta Man (warung).
Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Magetan, setelah api padam total, police line dibentang mengelilingi bangunan yang dilalap si jago merah. Sekitar pukul 07.30, tim identifikasi Polres Magetan datang melakukan olah TKP. Mereka kali pertama menyisir bedak di ujung selatan. Salah seorang petugas kemudian memotret sebagai dokumentasi.
Selain memelototi puing reruntuhan bangunan yang berserakan dan telah menjadi arang, petugas mengecek dinding depan bedak yang diduga tempat saklar listrik. ”Kami masih perlu menemukan lokasi titik apinya itu,” tegas Agus.
Darso, salah seorang pedagang, menyebutkan, begitu mendengar kompleks Pasar Burung Tambran kebakaran, dirinya langsung menuju lokasi. Dia melihat bedak miliknya yang berada paling selatan masih utuh. Saat itu kobaran api hanya berada di bedak urutan ketiga dari selatan yang diketahui milik Kasmadi. Bedak tersebut digunakan sebagai tempat jualan pakan burung.
Sementara itu, di selatan dan utara belum tersentuh api. Meski bedak miliknya belum terjilat api, Darso tidak berani masuk. ”Saya hanya bisa melihat dari kejauhan. Takut masuk karena kobaran apinya besar,’’ ujar warga Jalan Bupati Sudibyo itu.
Pedagang lain yang sempat menyaksikan detik demi detik api membakar bedak adalah Riningsih. Saat di lokasi dia melihat api berkobar di bedak bagian tengah. Namun, dia tidak bisa memastikan pemilik bedak tersebut. Sebab, matanya silau karena nyala api.
Di sisi lain, dia lebih berfokus menyelamatkan benda berharga miliknya di dalam bedak. ”Saya dan suami ingin masuk ke dalam, tapi takut karena apinya besar sekali,’’ ujarnya.
Warga Jalan Menur, Kelurahan Mangkujayan, tersebut hanya bisa terpaku dan menangis kala melihat api mulai membakar bedak miliknya. Begitu juga pemilik bedak lainnya.
Mereka satu per satu berdatangan. Riningsih menyebut seluruh burung kicau dagangan serta sangkarnya di dalam bedak habis terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta. ”Bisa lebih kalau sembako dan gas LPG yang disimpan di sana juga dihitung,’’ tuturnya. (cor/isd/c25/end)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
