
Photo
JawaPos.com - Kondisi Khusnul Khotimah yang pulang dalam kondisi sakit parah setelah 10 tahun bekerja di Arrab Saudi embuat tanda tanya besar pihak keluarga. Khusnul tiba di kampungnya pekan lalu dengan sekujur tubuh melepuh. Wajahnya nampak bengkak-bengkak sehingga harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.
Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTB, Mucharom Ashadi membenarkan adanya TKW asal Puyung, Lombok Tengah yang dipulangkan dalam kondisi sakit.
"Memang betul, yang bersangkutan sudah dibawa ke RSUP untuk perawatan lebih lanjut," kata Mucharom seperti ditulis Radar Lombok (Jawa Pos Group), Rabu (5/4).
Dijelaskan Mucharom, Khusnul Khotimah tercatat sebagai TKW resmi yang berangkat melalui PT Leyvi Perkasa Bersaudara pada tahun 2006. Khusnul bekerja sebagai pembantu rumah tangga di majikan bernama Saud Makazi sejak tahun 2006 sampai Desember 2016.
"Seharusnya tahun 2008 itu dia pulang, tapi terus saja dia kerja. Makanya dia istilahnya over stay," ucap Mucharom.
Kemudian pada tahun 2016, Khusnul bersama majikannya datang ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh untuk memperpanjang paspor. Kondisinya sudah terlihat sakit dan sudah terkena penyakit lupus yang semakin parah.
Saat dimintai keterangannya di KBRI, diketahui gaji Khusnul belum dibayar oleh majikan. Hal itulah yang membuat pihak KBRI enggan memperpanjang paspor Khusnul. "Kalau mau perpanjang paspor, majikan harus bayar dulu gajinya. Dan itu sudah dilakukan," ungkapnya.
Majikan Khusnul kemudian memberikan uang sebesar 77.100 real. Prosesnya cukup panjang, setelah itu, barulah pada tanggal 16 Maret 2017 dipulangkan ke Indonesia. Mengingat kondisi Khusnul yang sakit, akhirnya dibawa ke rumah sakit Polri Keramat Jati.
"Tapi kan baru 4 hari dioperasi, keluarganya minta agar dipulangkan. Kita sudah koordinasikan dengan Disnakertrans dan RSUP agar bisa memfasilitasi pengobatan Khusnul," terang Mucharom.
Terkait dengan pengakuan pihak keluarga, yang sama sekali tidak pernah melakukan komunikasi dengan Khusnul, Mucharom menegaskan bukan karena apa-apa. Namun lebih kepada waktu Khusnul yang tidak ada untuk menjalin komunikasi dengan pihak keluarga.
"Berdasarkan informasi yang kami terima dari KBRI, semua hak-hak Khusnul sudah dipenuhi. Tidak ada kekerasan, tidak ada penganiayaan. Sakitnya itu sakit lupus, bukan akibat penganiayaan,” katanya. (zwr/nas/JPG)

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Argentina Mengajukan Permintaan Khusus kepada FIFA Sebelum Melawan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
