Selasa, 25 Jul 2017
JPG Today

Gelar Adat untuk Kapolri Dari Masyarakat Minangkabau Tuai Pro Kontra

Senin, 03 Apr 2017 13:45 | editor : Ilham Safutra

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemberian gelar adat dari masyarakat Kabupaten Agam, Sumatera Barat untuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuai pro kontra bagi publik Minangkabau.

Pro kontra viral di media sosial, facebook. Salah satunya dikemukakan Viveri Yudi, budayawan minangkabau dalam akunnya, Yudi Viveri. "Gala sangsako bukan gala nan diwarihan. Tapi Gala kehormatan utk nan patuik... Lah Patuik Tito diagiah Gala Sasangko? Apo budi baiaknyo ka urang kamang/urang agam," tulis Yudi.

"Gala sangsako bukan bukan gelar nan diwariskan. Tapi gelar kehormatan untuk yang patut. Sudah pantaskah Tito (Kapolri Jenderal Tito Karnavian diberi Gala Sasangko? Apa budi bagiknya untuk orang kamang/orang Agam."

Sebagaimana diketahui, Tito Karnavian mendapat gelar adat Sutan Rajo Paga Alam dari masyarakat suku Sikumbang, Kamang Mudiak Kabupaten Agam, Sumbar, Minggu (2/4).

Pengukuhan gelar Sangsako itu pun berlangsung meriah dan disaksikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kapolda Sumbar Brigjen Fakhrizal, Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim.

Status yang ditulis Yudi mendapat komentar dari puluhan netizen. Umumnya komentar itu menyayangkan sikap dari pihak suku Sikumbang Kamang Mudiak yang memberikan gala sangsako tersebut. Ada juga yang tidak mempersoalkan. (iil/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia