Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Maret 2017 | 22.33 WIB

Isu Penculikan Anak Juga Bikin Resah Warga Kalimantan Tengah

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Kabar penculikan anak yang menyebar dengan cepat di media sosial meresahkan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Apalagi, informasi yang disampaikan cenderung provokatif. Aparat meminta masyarakat tak langsung menyebarkan informasi sebelum ada kebenaran pasti.


Dari pengamatan Radar Sampit, informasi palsu penculikan itu mewarnai status pengguna blackberry messenger warga Kobar. Profil picture diganti dengan foto seorang anak yang menggunakan pakaian olahraga sekolah. Anak itu memperlihatkan bekas luka sayatan di tangan kirinya.


’’Penculikan sudah masuk Raja Seberang (Kobar, Red). Anak SD hampir diculik, tangannya sempat dipotong penculik. Waspada,’’ bunyi pesan yang ramai ditulis di status BBM warga, Sabtu (25/3).


Tidak hanya di aplikasi pesan instan BBM, informasi serupa juga muncul di Facebook. Akun Fa'an Chunglie mengimbau pengguna Facebook yang memiliki anak berhati-hati. Dia menulis kabar tentang penculikan anak di SDN 4 Kelurahan Baru, Pangkalan Bun.


’’Salah satu siswa dikasih air minum dan tidak ingat apa-apa. Pelaku ketangkap saat dibekap di dalam kantor dan melarikan diri. Mudahan setelah kejadian ini polisi bisa tegas menyelidiki kasus ini,’’ ujarnya.


Kapolres Kobar AKBP Pria Premos mengatakan, kabar yang beredar di medsos tersebut tidak ada satu pun yang benar. Bahkan, tidak ada satupun laporan mengenai penculikan anak yang masuk ke Polsek maupun Polres Kobar. Katanya, modus berita palsu itu sudah terbaca. Percobaan penculikan, pelakunya melarikan diri, dan tidak ada laporan ke polisi.


’’Kepada pengguna medsos, harusnya berhati-hati memberikan informasi. Cek dulu kebenarannya, jangan membuat resah dan gaduh. Kasihan kalau berita itu tidak benar dan membuat orang menjadi panik. Bijaklah menggunakan media sosial,’’ katanya.


Premos menghimbau orangtua yang memiliki anak di SD dan SMP, agar mengantar dan menjemput saat berangkat dan pulang sekolah sampai isu tersebut hilang. Pihak sekolah juga diminta peduli terhadap anak didiknya.


’’Kalau memang ada orang tidak dikenal, segera laporkan kepada polisi, jangan langsung diposting ke media sosial. Postingannya selalu percobaan penculikan dan pelakunya melarikan diri. Kita melakukan patroli saat jam pulang sekolah SD dan SMP saja," tandasnya.


Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Sudarsono menambahkan, masyarakat harus wasapada dan tak mudah terprovokasi ketika mendengar isu penculikan anak. Ketenangan masyarakat merupakan hal yang paling utama. Apalagi, belakangan warga diresahkan isu penculikan anak dengan modus pelaku yang menyamar menjadi orang gila, pengemis, sampai gelandangan.


’’Yang kita cegah dampak dari isu yang merebak itu. Bisa membuat warga bertindak berlebihan. Akibatnya, warga akan langsung anarkis ketika melihat orang yang dicurigai sebagai pelaku penculikan, padahal itu belum jelas,” ujarnya.


Pihaknya juga meminta masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial. Bila ada kabar yang belum jelas kebenarannya dan berpotensi membuat resah, agar tidak menyebarkannya.


”Kalau dapat kabar atau mengetahui ada orang yang mencurigakan, alangkah lebih baik lapor saja ke polisi. Biar kita yang mendindaklanjuti. Jangan langsung bertindak sendiri, nanti ujungnya anarkis dan malah membuat masyarakat resah,” katanya.


Pantauan Radar Pangkalan Bun di sejumlah sekolah di Pangkalan Banteng, lebih dari sepekan ini, setiap jam pulang sekolah para orangtua tampak ramai mejemput anak-anak mereka. Bahkan, ada yang menunggu di sekolah dari pagi hingga siang.


”Biasanya hanya ngantar saja waktu pagi, tapi sekarang jemput saya sempat-sempatkan. Izin sebentar ke bos untuk jemput anak pas jam istirahat,” ungkap Rahma, pegawai toko di Karang Mulya, Pangkalan Banteng.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore