
Photo
JawaPos.com - Belakangan di media sosial tengah marak dengan munculnya berita hoax, serta kabar-kabar berbau pencitraan terhadap segelintir tokoh. Konon para pelakunya yang disebut sebagai buzzer diduga dibayar untuk kepentingan tertentu.
Menyikapi hal ini, Polri menilai bahwa buzzer itu dulunya diciptakan untuk kebaikan. “Diciptakan untuk memviralkan produk atau kebijakan yang positif agar bisa diketahui masyarakat dalam hal positif. Tapi perkembangan saat ini, banyak yang digunakan secara negatif, sehingga munculah hoax," kata Kasubdit II Dit Siber Bareskrim Polri Kombes Himawan Bayu Aji ketika mengisi diskusi Gathering Jurnalis Trunojoyo di Ancol, Jakarta Utara, Minggu (26/3).
Para buzzer ini, kata dia, juga bisa dijerat pidana bila dalam aksinya melakukan fitnah, penghinaan dan pencemaran nama baik. “Bisa dijerat dengan Undang-undang nomor 19 tahun 2016, Pasal 23 ayat (3). Kemudian bisa juga SARA sesuai Pasal 28 ayat (2),” paparnya.
Menurutnya, para buzzer belakangan banyak melakukan hal-hal negatif. Tapi tergolong pintar dalam menjalankan aksinya.“Mereka kick and run. Setelah melempar isu dan menjadi viral, mereka menghilang,” ucap mantan Wadir Krimum Polda Banten ini.
Sebagai salah satu anggota Dit Siber Polri yang baru dibentuk, dirinya berjanji akan terus melakukan berbagai upaya agar kabar hoax atau SARA dan bentuk fitnah di medsos bisa diminimalisir.“Kita bisa lakukan langkan preventif, preemtif hingga penindakan hukum,” tegasnya. (elf/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
