Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Maret 2017 | 16.33 WIB

Perekonomian Melemah, Pemerintah Sorot Shipyard Batam

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meninjau galangan kapal di Batam, Sabtu (25/3). - Image

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meninjau galangan kapal di Batam, Sabtu (25/3).

JawaPos.com - Terpuruknya perekonomian di Batam membuat daerah khusus itu menjadi sorotan bagi pemerintah.  Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto mengatakan lesunya perekonomian yang terjadi saat ini juga turut mempengaruhi industri shipyard di Batam.


Untuk itu, kata Airlanggar, Batam harus jadi pusat industri shipyard di Indonesia. Saat ini pemerintah tengah membangun infrastruktur di laut, pastinya ini sesuai dengan industri shipyard.


"Kami sampaikan, BP Batam harus pandai melobi kementerian yang lainnnya seperti  Kementerian ESDM, kontraktor yang telah memperoleh pekerjaan untuk diundang ke Batam, sehingga mereka diberikan gambaran dan melihat shipyard yang ada di Batam. Dan diharapkan mereka bisa memercayakan pembangunan dan reparasi kapalnya di Batam," ujar Airlangga seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Minggu (26/3).


Sebagaimana diketahui, saat ini industri galangan kapal mendapat dampak dari lesunya perekonomian secara nasional. Kali ini geliat produksi kapal tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya.


Hal ini juga menjadi persoalan bagi Badan Pengusahaan (BP) Batam, sebab shipyard itu menjadi andalan utama usaha badan khusus tersebut.


Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro menyebut dengan krisis dan menurunnya industri galangan kapal di Batam, pihaknya diperintahkan khusus pemerintah pusat. Terutama agar memulihkan perekonomian yang mengalami penurunan saat ini, terutama industri galangan kapal.


"Indusrti galangan berhasil menyerap sedikitnya 230 ribu tenaga kerja dulunya, bila dibandingkan dengan yang sekarang sudah banyak yang off," kata Hatanto.


Agar bisa keluar dari kondisi buruk ini, dalam waktu dekat BP Batam akan membentuk forum shipyard. Pertemuan di forum ini akan menghadirkan pengusaha, investor, kontraktor, dan BP Batam. Tujuannya untuk membahas dan menemukan cara mengembalikan geliat indsutri di Batam.


"Batam merupakan salah satu tumpuan perkembangan industri shipyard di Indonesia, namun keadaan sekarang kita bisa lihat sendiri. Nah forum ini akan mencoba menemukan solusi, salah satunya membuaat investor berinvestasi shipyard di Batam," ungkapnya.


Dia menambahkan, untuk mencapai hal ini tentunya harus ada usaha, salah satunya melalui forum yang nantinya akan dibentuk. BP Batam, lanjutnya akan memberikan kemudahan bagi pengurusan terutama dalam pengembangan shipyard.


"Shipyard harus tetap sektor utama, saya apresiasi di tengah krisis ini masih ada shipyard yang memproduksi kapal apalagi berteknologi canggih seperti MV Iriana," ujarnya.


Dia berharap tren positif seperti ini bisa dilanjutkan perusahaan shipyard lainnya. Sehingga membuat penawaran dari negara lain berdatangan ke Batam. "Ada tawaran, bearti ada proyek. Nah tugas kita bagaimana membuat kepercayaan mereka agar mereka percaya dan mau berinvestasi di shipyard Batam,"jelasnya. (cr17/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore