
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meninjau galangan kapal di Batam, Sabtu (25/3).
JawaPos.com - Terpuruknya perekonomian di Batam membuat daerah khusus itu menjadi sorotan bagi pemerintah. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto mengatakan lesunya perekonomian yang terjadi saat ini juga turut mempengaruhi industri shipyard di Batam.
Untuk itu, kata Airlanggar, Batam harus jadi pusat industri shipyard di Indonesia. Saat ini pemerintah tengah membangun infrastruktur di laut, pastinya ini sesuai dengan industri shipyard.
"Kami sampaikan, BP Batam harus pandai melobi kementerian yang lainnnya seperti Kementerian ESDM, kontraktor yang telah memperoleh pekerjaan untuk diundang ke Batam, sehingga mereka diberikan gambaran dan melihat shipyard yang ada di Batam. Dan diharapkan mereka bisa memercayakan pembangunan dan reparasi kapalnya di Batam," ujar Airlangga seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Minggu (26/3).
Sebagaimana diketahui, saat ini industri galangan kapal mendapat dampak dari lesunya perekonomian secara nasional. Kali ini geliat produksi kapal tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini juga menjadi persoalan bagi Badan Pengusahaan (BP) Batam, sebab shipyard itu menjadi andalan utama usaha badan khusus tersebut.
Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro menyebut dengan krisis dan menurunnya industri galangan kapal di Batam, pihaknya diperintahkan khusus pemerintah pusat. Terutama agar memulihkan perekonomian yang mengalami penurunan saat ini, terutama industri galangan kapal.
"Indusrti galangan berhasil menyerap sedikitnya 230 ribu tenaga kerja dulunya, bila dibandingkan dengan yang sekarang sudah banyak yang off," kata Hatanto.
Agar bisa keluar dari kondisi buruk ini, dalam waktu dekat BP Batam akan membentuk forum shipyard. Pertemuan di forum ini akan menghadirkan pengusaha, investor, kontraktor, dan BP Batam. Tujuannya untuk membahas dan menemukan cara mengembalikan geliat indsutri di Batam.
"Batam merupakan salah satu tumpuan perkembangan industri shipyard di Indonesia, namun keadaan sekarang kita bisa lihat sendiri. Nah forum ini akan mencoba menemukan solusi, salah satunya membuaat investor berinvestasi shipyard di Batam," ungkapnya.
Dia menambahkan, untuk mencapai hal ini tentunya harus ada usaha, salah satunya melalui forum yang nantinya akan dibentuk. BP Batam, lanjutnya akan memberikan kemudahan bagi pengurusan terutama dalam pengembangan shipyard.
"Shipyard harus tetap sektor utama, saya apresiasi di tengah krisis ini masih ada shipyard yang memproduksi kapal apalagi berteknologi canggih seperti MV Iriana," ujarnya.
Dia berharap tren positif seperti ini bisa dilanjutkan perusahaan shipyard lainnya. Sehingga membuat penawaran dari negara lain berdatangan ke Batam. "Ada tawaran, bearti ada proyek. Nah tugas kita bagaimana membuat kepercayaan mereka agar mereka percaya dan mau berinvestasi di shipyard Batam,"jelasnya. (cr17/iil/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
