Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Maret 2017 | 14.25 WIB

Terungkap Motif Baru Pembunuhan Sang Manager Nyambi Taksi Online

TKP: Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mengungkap pembunuhan terhadap Denny Ariessandi yang ditemukan di Jalan Larangan, Kenjeran, Kamis (23/3). - Image

TKP: Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mengungkap pembunuhan terhadap Denny Ariessandi yang ditemukan di Jalan Larangan, Kenjeran, Kamis (23/3).

JawaPos.com - Ditangkapnya pria terduga salah satu pembunuh Gateway Manager Jnt Express Denny Ariessandi yang ditemukan tewas di Jalan Larangan, 100 meter Utara Kenjeran Park, Surabaya pada Kamis (23/3) memunculkan motif anyar. Sebelumnya sempat muncul dugaan bahwa pelaku menghabisi Denny lantaran tersinggung. Hal itu berdasar keterangan singkat yang disampaikan KF.



Ya, KF adalah penumpang terakhir taksi online Denny. Dia adalah seorang anggota TNI AL. Namun ternyata saat itu KF diduga kuat tak sendirian. Dia bersama seorang lainnya yang kini sudah ditangkap anggota Polres Tanjung Perak di Kediri.  



Nah, berdasar pendalaman yang dilakukan polisi, dugaan motif tersebut mengarah ke perampokan. Kedua pelaku bekerja sama untuk membawa kabur mobil Denny. ''Pelakunya kepengin punya mobil,'' papar sumber tersebut.



Pria berkacamata itu dihabisi di lokasi lain, bukan di Jalan Larangan yang merupakan tempat penemuan jenazahnya. Menurut keluarga, ada luka yang sangat besar di bagian punggung. Diduga, luka itu adalah serangan pertama pelaku.



Berdasar hasil otopsi, luka paling banyak berada di bagian tubuh sebelah kanan. Mungkin, setelah menerima serangan itu, korban berontak. Dia melawan dan turun dari mobil. Setelah itu, secara bertubi-tubi ayah satu anak tersebut dihabisi. Setelah tewas, jenazahnya dimasukkan lagi ke mobil, lalu dibuang di Kenjeran.



Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satrio Utomo memastikan bahwa anak buahnya memang menangkap satu orang lagi. Sejak menyelidiki pembunuhan itu pada hari pertama, Ardian langsung membentuk tim khusus yang beranggota delapan orang.



Ardian juga memastikan bahwa mobil Daihatsu Xenia milik Denny berada di tangan polisi. Sayangnya, petugas tidak menjelaskan apakah mobil itu diamankan di Surabaya atau sempat dibawa kabur ke Kediri oleh pelaku. Yang jelas, polisi melacak mobil itu tanpa bantuan alat global positioning system (GPS).



Mantan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya tersebut belum bisa menjawab banyak terkait dengan motif pembunuhan itu. Namun, dia memastikan bahwa tidak ada dendam antara pelaku dan korban.



Jenazah Denny dimakamkan di TPU Keputih kemarin siang. Sebelumnya, dia disemayamkan di Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) di Dukuh Kupang Barat. Isak tangis mewarnai prosesi pemakaman tersebut.



Jenazah Denny tiba di TPU Keputih pukul 12.21. Sebelum jenazahnya datang, iring-iringan keluarga terlihat memenuhi area pemakaman. Kabanyakan menggunakan pakaian warna hitam, tanda sedang berduka. Mereka pun berkerumun di tempat Denny hendak dikuburkan. Tidak lama kemudian, rombongan sopir taksi online terlihat menggotong peti yang berisi jenazah Denny di dalamnya.



Awalnya, keluarga terlihat sangat tegar kala melihat peti tersebut diletakkan di atas liang lahat. Namun, tangis mendadak pecah ketika para pelayat menutup lubang itu.



Bukan hanya keluarga yang merasa terpukul atas kepergian Denny. Para kerabat sesama sopir taksi online pun sangat kehilangan. ''Kami memang memiliki keterikatan antarsopir online,'' jelas Amir Maksum, ketua Asosiasi Transportasi Online. (did/bin/c15/git)


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore