Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Maret 2017 | 20.24 WIB

Penumpang Terakhir Sang Manager yang Tewas Mengenaskan Digarap Pomal

TKP: Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mengungkap pembunuhan terhadap Denny Ariessandi yang ditemukan di Jalan Larangan, Kenjeran, Kamis (23/3). - Image

TKP: Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mengungkap pembunuhan terhadap Denny Ariessandi yang ditemukan di Jalan Larangan, Kenjeran, Kamis (23/3).

JawaPos.com - Teka-teki siapa pembunuh Denny Ariessandi bakal segera terkuak. Sopir taksi online yang ditemukan tewas tengkurap di Jalan Larangan, Kenjeran, Kamis pagi (23/3) itu diduga dibunuh oleh penumpangnya. 



Berdasar sumber informasi Jawa Pos di kepolisian, identitas orang tersebut sudah diketahui sejak Kamis siang.



Polisi berhati-hati lantaran yang diperiksa bukan warga sipil. "Satu tentara sudah diamankan oleh Pomal (Polisi Militer TNI AL). Pangkatnya KLD (kelasi dua, Red)," tuturnya.



Sumber tersebut menyatakan, terduga pelaku yang diamankan berinisial KF. Hingga kemarin petang, polisi masih berkoordinasi dengan Pomal Lantamal V Surabaya untuk mendalami kasus itu di samping mengumpulkan alat bukti. "Sementara karena tersinggung. Selebihnya masih diselidiki," imbuh sumber tadi.



Sumber lain menyebutkan bahwa bisa jadi pelaku lebih dari satu orang. Hal tersebut terindikasi dari luka-luka yang diderita korban. Melihat banyaknya luka pada korban, pelaku mungkin melakukannya dengan dilatarbelakangi emosi yang memuncak.



Kalau cuma merampok mobil korban, pelaku berpikir untuk menghabisi nyawanya saja. Tidak perlu sampai menusuknya bertubi-tubi. "Luka paling banyak di sebelah kanan. Kemungkinan korban tidak dalam posisi duduk saat ditusuk," katanya. 



Dia melanjutkan, korban sempat memberikan perlawanan. Maka, pelaku benar-benar menyerang sampai korban tidak berdaya. Diduga, KF merupakan penumpang terakhir taksi online Denny. Hal tersebut diketahui dari hasil pelacakan aplikasi taksi online.



Polisi sendiri belum memberikan statement resmi. Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satrio Utomo tidak berada di kantornya. Menurut salah seorang anggota reserse, Ardian ikut terjun ke lapangan untuk menyelidiki kasus tersebut. 



Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ronny Suseno menyatakan belum mendapat laporan dari anak buahnya tentang satu orang yang diamankan tersebut. Namun, dia membenarkan bahwa satu nama sudah dikantongi. "Kami masih menyelidiki lebih lanjut tentang satu orang tersebut," ujarnya singkat.



Polisi dengan dua melati di pundak itu belum bisa memastikan apakah satu nama tersebut berstatus tentara atau bukan. Kalaupun memang tentara, pihaknya memastikan akan berkoordinasi dengan TNI. "Motifnya juga masih kami gali," ujarnya. (did/edi/bin/c6/git)


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore