Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Maret 2017 | 15.47 WIB

Cerita di Balik Chant Bonek 'Persebaya Emosi Jiwaku'

Oka Eka Purisetya (kanan) bersama Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda - Image

Oka Eka Purisetya (kanan) bersama Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda

JawaPos.com - Chant Bonek yang berjudul Persebaya Emosi Jiwaku bukan sekadar lagu dukungan biasa. Selain menjadi chant pertama yang memiliki lirik cukup panjang, Persebaya Emosi Jiwaku juga menjadi simbol perjuangan Bonek untuk membangkitkan Green Force-julukan Persebaya, dari tidur panjangnya.



Adalah Oka Eka Purisetya yang menciptakan chant ini. Oka tak sendiri. Ada rekan-rekannya sesama Bonek yang ikut membantu menyempurnakan lirik dan nada, seperti Dika, Angga Sukma, Aditya Ambon serta Andi Peci.



"Awalnya saya cuma buat reff. Waktu menciptakan nada awal, saya dibantu teman-teman Bonek lain. Nemu bait awalnya juga dari satu per satu kata yang kami susun menjadi sebuah lirik," cerita Oka kepada JawaPos.com Jumat (24/3) siang.



Bait pertama chant ini mengalami dua kali perubahan. Pertama lirik 'Di tribun utara, kita bersaudara' menjadi 'Di dalam stadion, kita bersaudara'. Kedua 'Demi sebuah mimpi jadi juara' menjadi 'Demi sebuah asa jadi juara. Ada peran Andi Peci dalam perubahan lirik ini.



"Karena Bonek itu plural, akhirnya diganti menjadi 'di dalam stadion'. Lalu kata 'mimpi' membuat kesannya kami belum pernah juara. Jadi diganti menjadi 'asa'," jelas Alumni D3 Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.



Oka bercerita jika chant Persebaya Emosi Jiwaku mulai diperkenalkan tahun 2015 lalu. Pada saat pertama kali dinyanyikan, banyak penolakan dari berbagai elemen. Mereka menganggap lagu ciptaan Oka ini memiliki lirik yang terlalu panjang.



Oka beserta rekan-rekannya dari Green Nord 27 juga sempat ditegur oleh elemen Bonek lainnya karena menyanyikan lagu baru. Lagu yang berbeda dari yang dinyanyikan Bonek-Bonek lainnya. Ia berusaha cuek dan terus menerus menyanyikan chant tersebut.



Penolakan itu lama-kelamaan hilang. Saat ini Persebaya Emosi Jiwaku menjadi salah satu lagu wajib yang harus dinyanyikan Bonek. "Baru sisa terhafalkan seluruh liriknya itu saat Battle of Heroes tahun 2016," kenang Oka.



Tak banyak yang tahu juga bahwa Persebaya Emosi Jiwaku sebenarnya bukan judul asli dari lagu ini. "Judul aslinya adalah Persebaya Kau Takkan Sendirian," jelas Oka.



Ceritanya ketika lagu ini pertama kali dikenalkan saat latihan chant di Mess Karanggayam, ada salah satu Bonek yang merekam dan mengunggahnya di media sosial. Bonek itu memberikan judul 'Persebaya Emosi Jiwaku Chant'.



Akhirnya seluruh Bonek mengenalnya dengan judul tersebut. Sampai dengan saat ini Oka masih keberatan dengan titel itu. Ia merasa cocok dengan judul pertama, yaitu Persebaya Kau Takkan Sendirian. Menurutnya emosi jiwaku adalah motto atau jargon Bonek dalam mendukung Persebaya.



Selain itu sudah ada band bernama Scream For Pride juga memiliki lagu dengan judul yang sama, yakni Persebaya Emosi Jiwaku. Oka tidak ingin ada saling klaim di kemudian hari. "Tapi mau bagaimana lagi, toh sudah terlanjur terunggah dengan judul itu," tuturnya lemas.



Bagi Oka, lagu Persebaya Emosi Jiwaku memiliki makna yang mendalam. Selain berisi kritik untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, liriknya juga menggambarkan perjuangan Bonek dalam mengembalikan Persebaya ke khittahnya, yakni kompetisi sepakbola nasional. 



"Saya bersyukur karena ada satu lagu yang mendunia ketika tim Persebaya dipaksa untuk mati dan tidak ada pertandingan sama sekali. Orang-orang menganggap ini lagu perjuangan," ucapnya mantap.



Atas kontribusinya dalam menciptakan lagu-lagu Bonek, Oka mendapat penghargaan dari manajemen Persebaya. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda, Minggu (19/3) lalu di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore