Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Maret 2017 | 13.46 WIB

Kata Psikiater Soal Pembunuhan Manager Nyambi Taksi Online, Miris...

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Psikiater forensik Rumah Sakit dr Soetomo dr Didi Aryono Budiyono angkat bicara terkait kasus pembunuhan sadis yang menimpa Gateway Manager JnT Express Jatim Denny Ariessandi. Dia menilai pembunuhan itu sangat sadis. Tak hanya itu, Didi menduga pelaku memiliki dendam lama yang sangat kuat terhadap korban. Sebab berdasarkan hasil otopsi, Denny menderita luka tusuk tidak hanya 32, tapi sebanyak 46 kali yang tersebar di sekujur tubuhnya. Mulai dari leher, dada, punggung, hingga kepala.



Bahkan sebelum dibunuh, dokter juga menemukan bahwa Denny sempat dibekap mulutnya. Menurut Didi, bisa jadi pelaku pembunuhan memunyai rasa dendam yang berlebihan terhadap korban. 



"Kalau dendam sesaat, mungkin sekali tusukan sudah selesai. Tapi ini banyak luka tusuk. Sehingga, bisa saja ini sebuah pelampiasan dendam lama dari pelaku," ungkap Didi, Jumat (24/3). 



Didi menambahkan, seseorang yang melakukan kegiatan berulang-ulang seperti menusuk berulang kali, bisa dikatakan memunyai karakter kejiwaan yang dinamakan obsesif kompulsif. Artinya, pelaku sering kali berpikir dengan cara diulang-ulang yang diikuti dengan tindakan berulang-ulang.



"Tapi, faktor obsesif kompulsif tidak bisa dijadikan acuan karena banyak ragam yang membuat orang melakukan tindakan berulang. Tapi kalau menusuk orang sampai dengan 46 tusukan itu, bisa dikatakan karena rasa dendam yang terakumulasi," jelasnya.



Hal ini juga sesuai dengan dugaan Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satrio Utomo. Sebelumnya, Ardian menduga dari cara pelaku menghabisi korban dengan menusuk sampai puluhan kali, ada motif dendam dari pelaku. "Tapi, bisa juga dilakukan spontan. Itu yang kami masih selidiki," jelas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2005 tersebut.



Seperti diketahui, Denny Ariessandi ditemukan tewas di Jalan Larangan, 100 meter sebelah utara Kenjeran Park Surabaya pada Kamis (23/3) pukul 05.30. Korban diduga menjadi korban pembunuhan lantaran di tubuhnya ditemukan banyak luka tusuk benda tajam.



Polisi sempat kesulitan mengetahui identitas korban karena saat ditemukan di lokasi, dompet maupun kartu identitas lain tidak ada di tubuh korban. Selain itu, mobil Xenia yang digunakan korban saat kejadian juga raib. (yua/jay)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore