Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Maret 2017 | 14.00 WIB

Ketika Gereja Santa Clara Ditolak Warga, Polisi Siap Lakukan Mediasi

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Ratusan massa yang mengatasnamakan Umat Islam Bekasi melakukan aksi unjuk rasa pada Jumat (24/3) siang. Mereka menolak adanya pembangunan Gereja Santa Clara yang ada di Bekasi, Jawa Barat.
Dari aksi unjuk rasa itu dikabarkan sempat terjadi kontak fisik antara massa dan aparat. Informasi ini juga telah diketahui Polda Metro Jaya.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, massa yang menolak gereja itu berjumlah 350 orang. “Mereka tidak ingin ada gereja di situ. Alasannya ya tidak menginginkan saja. Menolak,” terang dia Jumat (24/3).

Dia menuturkan, gereja yang hendak dibangun itu sebenarnya semua persyaratan dan izinnya lengkap dan tinggal dibangun saja. Namun entah mengapa masyarakat melakukan aksi penolakan.

Kepolisian juga kata Argo sempat mempertemukan pihak gereja dan massa untuk berbicara baik-baik, namun berujung kekerasan. “Tapi tadi ada sempet lah lemparan batu dan bentrok. Makanya anggota polisi diturunkan dan sekarang sudah kondusif,” sambung dia.

Untuk sementara kata dia, pembangunan dari gereja itu dihentikan karena adanya aksi penolakan itu. Ke depannya polisi kata Argo akan melakukan mediasi lagi antara dua pihak.

"Kita lihat bagaimana ke depannya, nanti kita fasilitasi lagi buat mediasi. Yang pasti sekarang unjuk rasa bubar sudah. Nanti kita tunggu saja (mediasi) karena itu kewenangan pemerintah daerah,” tukasnya. (elf/JPG)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore