
Ilustrasi
JawaPos.com - Obesitas pada anak tentu bisa dicegah. Spesialis Anak RSUD dr Soetomo Surabaya dr Meta Hanindita SpA mengatakan, secara garis besar ada international campaign yang sedang hits dipopulerkan buat meningkatkan public awareness, namanya 5-2-1-0.
Pertama, 5: Aim for 5 fruits and vegetables every day atau makan lima buah dan sayuran setiap hari. Kedua yaitu 2: keep recreational screen time to 2 hours or less every day atau membatasi nonton tv atau bermain gadget maksimal dua jam setiap hari. Ketiga, 1: include at least 1 hour or more of active play every day yang artinya minimal satu jam bermain yang melibatkan olah gerak bisa di dalam atau luar rumah. Terakhir, 0: skip sugar sweetened beverages, drink more water every day yang dimana lebih baik mengganti gula atau pemanis buatan dan minim lebih banyak air setiap hari.
Tapi yang lebih spesifik sesuai usia, berdasar rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk bayi 0-12 bulan, Meta menyebut sebaiknya orang tua mendorong pemberian ASI eksklusif sampai usia enam bulan dan meneruskan pemberian ASI sampai usia 12 bulan.
Dan sesudahnya setelah pengenalan makan padat dimulai, orangtua harus tetap menawarkan makanan baru secara berulang. Serta menghindari minuman manis dan makanan selingan (french fries dan potato chips), tidak meletakkan televisi di dalam kamar tidur anak.
Sedangkan, pada anak berusia 12-24 bulan, strategi pencegahan obesitas yang dianjurkan adalah menghindari minuman manis, konsumsi jus dan susu yang berlebih. Konsumsi susu lebih dari 480-720 mL/hari dapat menambah energi ekstra atau menggantikan nutrien lainnya.
Kedua, makan bersama di meja makan dengan anggota keluarga lainnya sebanyak 3 kali sehari dan televisi dimatikan selama proses makan bersama. ’’Keluarga juga jangan membatasi jumlah makanan dan selingan yang dikonsumsi anak, tetapi memastikan bahwa semua makanan yang tersedia sehat serta cukup buah dan sayuran,’’ imbuh Meta.
Selingan dapat diberikan sebanyak dua kali, dan orangtua hanya menawarkan air putih bila anak haus diantara selingan dan makan padat.
Kemudian, anak harus mempunyai kesempatan bermain aktif, membatasi menonton televisi atau DVD, serta tidak meletakkan televisi di dalam kamar tidur anak. Meta menekankan, orangtua dapat menjadi model untuk membantu anak belajar lebih selektif dan sehat terhadap makanan yang dikonsumsi.
Orangtua harus berperan aktif dalam pendidikan media anak dengan menemani anak saat menonton program televisi dan mendiskusikan acara tersebut dengan anak. (ina/tia)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022