
BAKAT SENI: Edward Ryo (tengah) tampil pada peringatan Hari Down Syindrome Sedunia Selasa (21/3) di Hotel Shangri-La.
Memiliki putra yang spesial tidak membuat Liliek Theresiawaty dirundung kegalauan. Dia justru terpacu membawa Edward Ryo, putranya, agar bisa diterima orang-orang di sekitarnya.
’’SAYA nggak dikasih tahu. Baru ketika lahir disampaikan,’’ ujar Liliek Theresiawaty. Ya, Liliek baru mengetahui dari dokter bahwa putra bungsunya itu menyandang down syndrome saat sudah lahir ke dunia.
Tampaknya, semua memang sudah jalan Tuhan. Entah apa jadinya jika Liliek mengetahui lebih awal bahwa anaknya akan lahir sebagai down syndrome. Mungkin, Liliek tidak bisa legawamenerima kehadiran buah hatinya.
Liliek pun tidak menyesali kondisi Edward Ryo yang lahir pada 15 Juli 2000. Seiring dengan tumbuh kembang Edo, sapaan Edward Ryo, Liliek justru terpacu membawa Edo agar bisa diterima orang-orang di sekitarnya.
Dia sadar sedang mendapat amanah untuk merawat Edo. Jika bisa memilih, semua orang tentu ingin memperoleh anak yang tidak berkebutuhan khusus. Namun, Liliek sudah menerimanya. Apa pun yang akan dihadapi, dia yakin Tuhan bakal memberikan jalan.
Benar saja. Saat sekolah TK, Liliek ketir-ketir sekolah tidak menerima Edo. Dia berserah pada Yang Di Atas. Saat itu semua anak dites mengenal huruf. Edo diberi urutan terakhir. Liliek bersyukur lantaran Edo bisa mengenal huruf-huruf yang menyusun kata bola. ’’Saya lega. SD juga begitu. Pasti ada jalan,’’ katanya.
Butuh perlakuan khusus untuk mengasuh anak berkebutuhan khusus. ’’Harus sabar, tapi nggak boleh dimanja,’’ tuturnya. Edo, lanjut Liliek, punya perasaan yang halus. Saat temannya dimarahi orang lain, Edo justru marah. Perasaannya sensitif.
Saat sang papa, Bambang Senggono, tengah menyetir mobil, misalnya. Ketika ada kendaraan lain yang memotong, sang papa terlihat emosional. ’’Sabar Pa, sabar Pa,’’ kata Edo menenangkan papanya. Edo takut kalau ada orang marah. Laki-laki 16 tahun itu tidak bisa dibentak. Namun, dia tidak berarti hidup dimanja.
Perempuan berkacamata tersebut bangga dengan kehadiran Edo. Dia begitu bersyukur. ’’Face-nya ganteng. Dia nurut,’’ ucapnya. Bagi Liliek, Edo seolah menjadi anugerah tersendiri. Apa yang sudah dilakukannya dalam mengasuh Edo, kata Liliek, tidak ada apa-apanya. Tanpa dukungan masyarakat, dia sadar bahwa usahanya akan sia-sia.
Liliek sedih jika ada anak special needs yang dihakimi dengan stigma negatif. Pada anak-anak ’’normal’’, misalnya. Orang akan langsung melihat bahwa si anak sempurna. Kejelekan atau ketidaksempurnaannya dilihat belakangan.
Namun, saat melihat anak berkebutuhan khusus, yang dilihat adalah ketidaksempurnaannya lebih dulu. ’’Down syndrome itu bukan idiot!’’ tegasnya.
Sebagai orang tua, Liliek ingin mengubah pola pikir negatif tersebut. Karena itu, Liliek menyekolahkan Edo di sekolah umum sejak kecil. Dia yakin Edo mampu dan bisa diterima.
Edo bersekolah mulai usia tiga tahun. Bermula dari playgroup selama tiga tahun, lalu taman kanak-kanak dua tahun. Kemudian, Edo melanjutkan ke sekolah dasar selama enam tahun. Semua dijalani Edo di sekolah umum. Kini Edo pun bersekolah di SMP umum. Tepatnya di Sekolah Dapena, Surabaya.
Sekolah umum merupakan tempat yang baik untuk mengajarkan anaknya bersosialisasi. Berinteraksi dengan banyak teman yang tidak berkebutuhan khusus. Tujuannya, Edo bisa mandiri dan diterima. ’’Karena special needs, bukan berarti hanya kekurangannya. Padahal, pasti ada kelebihan,’’ tuturnya.
Meski begitu, bersekolah di sekolah umum saja tidak cukup. Edo butuh pemantapan untuk memahami materi pelajaran secara intensif. Karena itu, Liliek juga menyekolahkan Edo di Imanuel Homeschooling. Kelas homeschooling dilangsungkan di rumah setelah Edo pulang sekolah.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Jude Bellingham dan Harry Kane Cadangan! Ini Susunan Pemain Prancis vs Inggris di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
