Senin, 21 Aug 2017
JPG Today

Agar Lolos Dari Penculikan, Siswa Ini Nekad Melompat dari Atas Sepeda Motor

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

JawaPos.com Belum selesai ulah pelajar dengan aksi klithih, masyarakat Jogjakarta kini dihebohkan dengan isu penculikan. Kabar penculikan ini muncul secara bersamaan di Kota Jogja, Sleman, dan Gunungkidul selama sepekan ini. Peristiwa percobaan penculikan itu dialami  seorang siswi SMPN 1 Ponjong. Korban sempat nekat lompat dari motor menghindari  penculikan. Siswi bernama Mifta Yunindi, 13, diduga menjadi korban penculikan, Sabtu (20/3). Dia selamat setelah loncat dari sepeda motor saat dibonceng pelaku.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja, kejadian ini berawal saat korban pulang dari sekolah Sabtu petang (20/3). Mifta waktu itu jalan kaki. Menuju ke rumah usai berlatih upacara di sekolah. Ketika sampai di Padukuhan Tanggulangin, Genjahan, Ponjong, seorang lelaki dengan sepeda motor Mio menghampiri Miftah. Lelaki itu menawarkan tumpangan. 

Tanpa pikir panjang, Mifta mengiyakan saja ajakan lelaki  tak dikenalnya itu. Hanya setelah motor berjalan beberapa saat, Miftar merasa   ada kejanggalan. Seharusnya jalan lurus, namun lelaki itu justru tancap gas dan balik arah dengan alasan hendak mengambil handphone yang tertinggal di rumah teman.

Saat itu korban mulai curiga dan tidak mau mengambil risiko. Mifta  mulai berpikir untuk menyelamatkan diri. Setelah berjalan kurang lebih lima kilometer dan sampai di wilayah Hutan Betoro Kidul, Ponjong, korban nekat melompat dari sepeda motor. Mifta nekad melompat saat melihat ada pengendara sepeda motor dari arah berlawanan. Menyadari korban melompat, lelaki itu tidak malah berhenti, justru buru-buru tancap gas melarikan diri.

Sementara korban yang jatuh berguling-guling diselamatkan oleh pengguna jalan lain. Pelajar ini di tolong dan diantar pulang ke rumah. ”Kasus ini masih kami dalami,” kata Kapolsek Ponjong, Kompol Saman, Senin  (20/3). Saman menjelaskan, pihaknya masih melakukan penelusuran dugaan kasus penculikan tersebut.

Keterangan awal, modusnya pelaku mengajak korban untuk dibonceng karena perjalanan pulang satu arah. ”Mengantisipasi hal serupa, kepolisian meningkatkan patroli dan sosialisasi ke masyarakat dan sekolah. Harapannya masyarakat ikut melakukan pengawasan dan melaporkan ke petugas jika menemukan hal yang mencurigakan,” ujarnya.

Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi mengatakan, kasus dugaan penculikan hendaknya menjadi perhatian semua pihak. Sisi positif yang bisa diambil dalam kasus ini adalah kehati-hatian. ”Dengan munculnya isu ini, hendaknya orang tua menjaga anak dengan baik,” kata Nugrah Trihadi. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dia memerintahkan anggota untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di lapangan. Masyarakat dan orang tua juga diharapkan waspada sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang. ”Kepolisian terus meningkatkan pengamanan di lapangan. Orang tua juga harus berpartisipasi melakukan pengawasan,” ucap mantan Kapolsek Belitung Timur itu. (gun/ila/ga)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia