Jumat, 31 Mar 2017
JPG Today

Bejat! Oknum Guru PNS Cabuli Tiga Muridnya Sendiri

Selasa, 21 Mar 2017 07:28

Tersangka Mursidi si guru cabul diamankan di Mapolsek Sambas, Senin (20/3).

Tersangka Mursidi si guru cabul diamankan di Mapolsek Sambas, Senin (20/3). (Polsek Sambas for Rakyat Kalbar)

JawaPos.com - Jajaran Polres Sambas kembali menangani kasus asusila dengan korban anak bawah umur. Kasus ini merupakan yang kesembilan kalinya yang terjadi di Sambas, Kalbar, selama 2017. Ironisnya lagi, kelakuan bejat tersebut kali ini malah dilakukan oknum guru Sekolah Dasar (SD) berstatus PNS yang tega mencabuli muridnya sendiri. 

Tersangka bernama Mursidi, 54. Dia telah diringkus dan ditahan di Mapolsek Sambas. Mursidi melakukan tindak pencabulan terhadap anak didiknya pada saat jam belajar. Korban berinisial UP, 8, MN, 7 dan MT, 7. Ketiga gadis bawah umur itu masih duduk di bangku kelas satu SD.

Kapolsek Sambas AKP Agus Riyanto mengungkapkan, tersangka Mursidi telah beberapa kali melakukan tindak pencabulan terhadap ketiga anak didiknya selama Januari - Febuari 2017. “Kami terus mengembangkan kasus ini, mencari kemungkinan adanya korban lainnya selain ketiga anak itu,” kata Agus, Senin (20/3).

Terungkapnya tindak pidana pencabulan ini, ketika korban MT, 7 mengeluhkan sakit di kemaluannya ketika hendak buang air kecil kepada orang tuanya. Setelah ditanya orang tuanya, terungkap kasus pencabulan tersebut.

“Senin (13/3) sekitar pukul 10.00, Uray Rasikin mendapat informasi dari KSF (orang tua korban), bahwa anaknya telah dicabuli oleh Mursidi. Pada hari Rabu (15/3) sekitar pukul 10.30, Uray Rasikin ingin memastikan kejadian tersebut. Uray Rasikin langsung mendatangi Mursidi yang sedang berada di kantor desa untuk mediasi perbuatan cabul tersebut,” ungkap Agus dikutip dari Rakyat kalbar (Jawa Pos Group), Senin (21/3).

Di Kantor Desa Sempalai, Mursidi mengakui perbuatannya. Orang tua korban tidak terima dan melaporkannya ke kantor polisi. “Mursidi melakukan tindak cabulnya di salah satu ruang kelas saat membimbing belajar muridnya tersebut,” katanya.

Mursidi mengaku, dirinya tidak mengalami perihal yang membuatnya condong melakukan tindak pencabulan terhadap anak didiknya. Hubungan rumah tangganya bersama istri normal-normal saja.

“Tersangka masih melakukan hubungan suami istri dengan istrinya. Kami akan mengecek dan melakukan tes terhadap psikologi dari tersangka,” jelas Agus.

Guru berstatus PNS itu dijerat Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dia dijerat pasal 82 ayat 1 dan 2 dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

“Untuk menagani kasus ini, kami akan bekerja maksimal. Karena sedikit banyak akan berhubungan dengan birokrasi, mengingat statusnya sebagai PNS. Kami juga akan melakukan konseling psikiater terhadap anak-anak yang menjadi korban,” tutur Agus. (sai/fab/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia