Senin, 21 Aug 2017
Humaniora

Ini Alasan Imigrasi Batalkan Kebijakan "Paspor" Rp 25 Juta 

Selasa, 21 Mar 2017 08:10 | editor : Imam Solehudin

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos)

JawaPos.com - Rencana pemberlakukan kepemilikan deposito atau tabungan Rp 25 juta bagi pemohon paspor, mengundang kritikan dari masyarakat. Mereka resah lantaran hal tersebut belum tepat buat diterapkan. 

Lantaran itu pula, Direktorat Jenderal (ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (kemenkumham) akhirnya membatalkan wacana tersebut. 

Menurut Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sempurno dirjen Imigrasi mengambil langkah teresebut karena masyarakat banyak yang merasa keberatan.

"Analisa pantauan kami melalui media intelijen, kami melihat, masyarakat maupun media cenderung belum bisa menerima kebijakan ini dengan baik," kata Agung kepada wartawan dikantornya, Jakarta, Senin (20/3)

Menurut Agung adanya penyesuaian kebijakan seperti itu lumrah terjadi ketika memang tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat.

Sebelumnya, Dijen Imigrasi mengeluarkan peraturan baru bagi para pemohon paspor. Peraturan tersebut berisi diwajibkannya seorang pemohon untuk memiliki tabungan sebesar Rp 25 juta. 

Hal ini dibuktikan dengan foto kopi buku tabungan pemohon paspor. Peraturan ini secara resmi diberlakukan sejak 1 Maret 2017 lalu.

Sementara, Kepala Kantor Imigrasi Jakarta, cucu Koswala, mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang.(prs/rmol/mam/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia