Senin, 26 Jun 2017
JPG Today

Konsumsi Permen, 10 Siswa SD ini Teler

Selasa, 21 Mar 2017 07:06 | editor : Soejatmiko

KERACUNAN MASSAL: Mual dan muntah muntah usai mengkonsumsi permen, para siswa langsung dilarikan ke Puskesmas Sumbersari, Senin (20/3.

KERACUNAN MASSAL: Mual dan muntah muntah usai mengkonsumsi permen, para siswa langsung dilarikan ke Puskesmas Sumbersari, Senin (20/3. (JUMAI/Jawa Pos Radar Jember)

JawaPos.com -Diduga karena sebelumnya menkonsumsi permen, sebanyak 10 siswa SD Al Ikhlas yang ada di Jalan Letjen Suprapto Gang Jember, terpaksa dilarikan ke Puskesmas Sumbersari, Jember. Mereka mengalami mual dan muntah-muntah. Beruntung, penanganan cepat pihak sekolah membuat semua siswa selamat.

Sejumlah siswa yang masih memakai seragam merah putih ini terlihat pucat di ruang Unit Gawat Darurat Puskesmas Sumbersari. Beberapa malah tampak lemas dengan muka dan mata yang merah. Bahkan, diantara korban mengaku masih mual dan pusing. “Tahunya sejumlah murid terlihat pucat. Padahal masih pagi saat jam pelajaran pertama. Sekitar jam 07.30,” ucap Siti Womariyah, wali kelas 6 SD Al Ikhlas.

Siti semakin curiga, karena korban tidak hanya satu, tapi beberapa murid memegangi kepala. ”Mereka terlihat pucat dan mengaku pening. Sehingga saya bawa lima murid ke Unit Kegiatan Sekolah (UKS) setempat,” jelasnya. Ternyata bukan hanya murid ke las 6 saja yang mengalami kejadian tersebut.

Sejumlah murid kelas 5 dan kelas 3 di sekolah yang banyak menampung anak-anak miskin dan pinggiran ini malah mengalami hal yang sama. Mereka pun sempat dikumpulkan di dalam UKS tersebut. Suasana semakin panik ketika ada dua siswa mengalami muntah- muntah di UKS tersebut. “Tadi yang muntah ada Roni  siswa kelas 6, dan Teguh  siswa kelas lima,” ucap guru lainnya saat ditemui di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Sumbersari Jember, Senin (20/3).

Ini pun membuat sejumlah guru panik dan kemudian langsung mencari bantuan. Pihak sekolah sempat memberi minuman es kelapa muda kepada murid yang mengalami pusing dan mual-mual ini. Namun, pemberian air kelapa muda ini tidak mempan dan kondisi murid-murid semakin drop dan masih mengaku mual dan pusing. “Saya langsung mencari kendaraan. Kebetulan ada mobil meubel di depan yang mau mengantarkan ke Puskesmas,” ucap Abdul Shomad Mu’min, Kepala SD Al Ikhlas.

Sejumlah siswa ini pun langsung dibawa ke puskesmas dan langsung masuk ke UGD puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif. Terkait dengan penyebab sendiri, Somad sempat menanyakan hal ini kepada murid-muridnya. Kabarnya, mereka pagi harinya memakan permen yang diberi oleh salah satu kawannya itu. “Yang membawa permen Manda (Dafa Putra Almanda, red). Nama nya anak-anak, kan seneng kalau makannya dibagi-bagi pada teman-temannya,” ucapnya. Benar saja, permen tersebutlah yang menjadi penyebab sejumlah anak ini mengalami keracunan. “Katanya dapat permen dari sau da ranya yang di Ambulu,” tutur Shomad.

Pihaknya sendiri sudah menyerahkan sisa permen itu kepada puskesmas untuk diperiksa kandungannya. Sementara itu, dr. Edwina Purwatuti, Kepala Puskesmas Sumbersari mengatakan sejumlah murid itu diduga mengalami keracunan. “Saat datang kondisinya ada yang muntah. Mereka rata-rata mengalami mual dan pusing,” ucap Edwina.

Pihaknya pun langsung memberikan pertolongan pertama de ngan memeriksa dan mencoba mengeluarkan isi perut sang anak. “Kami terus melakukan ob servasi intensif kepada mereka untuk melihat perkembangan selanjutnya,” jelasnya. Hingga kemarin siang, diakuinya perkembangannya terlihat lebih baik.

Berdasarkan pantauan dan pe ngamatan Jawa Pos Radar Jember, melihat sisa permen yang belum dimakan memang terlihat tidak meyakink an. Permen tersebut dibungkus dengan plastik flip saja. Di bungkus permen ada gambar-gambar dengan merk ‘Refreshing Flash Orange’. Di bungkus itu tertera expired date pada 11 Mei 2018.

Berdasarkan pengakuan para korban, rasanya permennya seperti rasa jeruk. Berdasarkan pengakuan dari Dafa Putra Almanda, dirinya mendapatkan permen tersebut dari saudaranya. “Saya diberi Bu Dhe dari Ambulu,” ucap bocah yang mengaku makan lima butir permen itu. Dia mendapatkan permen itu sebanyak satu pak. Namun, dia tidak tahu kalau per men itu ternyata membuat dirinya dan kawan-kawannya ha rus dilarikan ke puskesmas karena keracunan. (ram/hdi/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia