Senin, 21 Aug 2017
Politik

MKD Belum Tindaklanjuti Laporan Pelanggaran Setnov

| editor : 

Setya Novanto

Setya Novanto (Hendra Eka/Jawa Pos)

JawaPos.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) meragukan laporan pelanggaran kode etik dalam dugaan kasus e-KTP yang dilakukan Ketua DPR, Setya Novanto. Oleh sebab itu, lembaga etik para wakil rakyat itu hingga saat ini belum memproses laporan tersebut.

Wakil Ketua MKD DPR RI, Syarifuddin Sudding menyatakan MKD belum memproses laporan pelanggaran kode etik Ketua DPR RI, Setya Novanto, karena pihaknya tengah memproses sidang panel Ruhut Sitompul. ”Kita belum proses, MKD masih konsentrasi masalah panel Ruhut Sitompul,” ungkapnya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (20/3).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Hanura itu mengaku, laporan dugaan pelanggaran kode etik terhadap Novanto itu perlu dikaji kembali oleh staf ahli MKD untuk keabsahannya. Terlebih, pihaknya menunggu sidang yang berlangsung.

”Kita belum ada tindak lanjut, biar masalah ini ditangani secara hukum, kita menunggu sidang dan melihat perkembangan lanjutan. Lebih baik menunggu hasil proses hukum,” jelasnya.

Dibenarkan Ketua MKD DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Politisi Partai Gerindra itu menyebut, sudah ada tiga laporan terhadap Novanto terkait dengan kasus e-KTP. ”Setiap laporan pasti akan kami terima dan pasti akan lakukan proses verifikasi. Saya nggak bisa bilang bahwa bisa ditindaklanjuti ketika proses hukumnya jalan, karena verfikasinya belum selesai,” ucap Dasco, kemarin.

Begitupun dengan Ketua DPR RI, Setya Novanto. Dia menanggapi laporannya atas pelanggaran kode etik agar mendahulukan proses hukum yang berjalan terkait e-KTP.

”Semuanya ada proses di pengadilan sedang berjalan, itu kita percayakan semuanya kepada pihak pengadilan yang semuanya sekarang ini sudah dilaksanakan. Saya menjunjung tinggi proses hukum, dan juga mendukung adanya reformasi hukum,” ucapnya kemarin di Komplek Parlemen, Senayan. (aen/yuz/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia