Jumat, 23 Jun 2017
Hukum & Kriminal

IPW Heran Bareskrim Tak Kunjung Tahan Tersangka Pencurian Dokumen

Selasa, 21 Mar 2017 05:59 | editor : Yusuf Asyari

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Bareskrim Polri belum juga menangkap tersangka Bong Parnoto atas kasus pemalsuan dan pencurian dokumen pengalaman pekerjaan milik PT Teralindo Lestari. Padahal berkas perkaranya sudah bolak-balik dari Kejagung ke penyidik.

Menurut Ketua Presidum Indonesia Police Watch Neta S Pane, sikap Bareskrim yang tidak mau melakukan penahanan terkesan mengistimewakan Bong. Hal itu patut dipertanyakan. Seharusnya Bareskrim transparan dan menyampaikan alasan kuat ke publik kenapa Bong belum juga ditahan.

"Aneh jika ada tersangka dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara tidak ditahan oleh Bareskrim, sementara tersangka lain dengan cepat ditahan Bareskrim. Patut dipertanyakan, kenapa Bong diistimewakan," kata Neta saat dihubungi, Senin (20/3).

Dia bahkan curiga dengan sikap penyidik membiarkan tersangka yang jelas-jelas mengulangi perbuatannya bebas dari penahanan. Dia juga meminta Komisi III agar segera memanggil pihak Bareskrim untuk meminta penjelasan terkait hal tersebut.

"Bisa saja ada permainan tersangka dengan oknum penyidik sehingga tersangka tidak ditahan. Untuk itu Komisi III perlu mpertanyakannya dengan Kabareskrim," ucapnya.

Selain itu, Neta menyarankan agar pihak PT Teralindo Lestari mengadukan persoalan ini ke Divisi Propam Polri. Di sisi lain, Neta mengimbau kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian atau Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto untuk segera turun tangan mengawasi anak buahnya terkait kasus tersebut.

Sebelumnya, Kuasa hukum PT Teralindo Lestari Berman Simbolon mendesak agar penyidik Bareskrim segera menahan Bong. Mengingat, syarat-syarat subjektif untuk menahan Bong telah memenuhi unsur.

Pertama, berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) No: B/226/XI/2016/Dit. Tipidum, 16 November 2016, Bong dijerat Pasal 263 KUHP dengan ancaman enam tahun penjara.

Sebagaimana dalam Pasal 1 angka 21 KUHAP, jelas disebutkan tersangka bisa ditahan jika ancaman penjaranya enam tahun atau lebih.

Kedua, kata Berman, Bong terbukti telah mengulangi perbuatannya menyusul adanya dua laporan kasus lain yang juga melibatkan managing Direktorat PT Rajawali tersebut, yakni tindak pidana Paten yang diatur dalam pasal 130 UU No 14 Tahun 2001 tentang Paten dengan Laporan Polisi No: LP/560/VI//2016, tanggal 3 Juni 2016. (elf/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia