Jumat, 21 Jul 2017
Pemilihan

GNPF MUI Luncurkan Tamasya Al-Maidah, Begini Reaksi Ahok 

Selasa, 21 Mar 2017 05:29 | editor : Imam Solehudin

Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama

Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak begitu mempermasalahkan aksi Tamasya Al-Maidah pada perhelatan pilkada putaran kedua nanti.

Asalkan, setiap orang yang datang dari luar Jakarta untuk mengawasi jalannya pencoblosan tidak melakukan kecurangan.

"Kita tidak mau juga kalau curiga tamasya-tamasya ke Jakarta. C6 kalau oknumnya main bisa memberikan C6 ke orang lain. Kita juga bisa menduga seperti itu, makanya mari kita sama-sama jaga bersama," ujar Ahok di Jalan Proklamasi Nomor 49, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/3).

Mantan Bupati Belitung Timur itu tidak merasa resah dengan adanya aksi Tamasya Al-Maidah. Namun, dia meminta agar pelaksanaan pilgub lebih diperketat.

Dia meminta agar warga yang datang mencoblos menggunakan formulir C6 agar menunjukkannya kepada petugas dan saksi untuk dicocokkan dengan KTP miliknya.

"Untuk lihat apakah C6 yang dipakai itu dengan KTP yang dibawa sama enggak. Kalau enggak sama kita tangkap bersama," tegasnya.

Ahok mencurigai bisa saja ada oknum Ketua RT yang curang menahan formulir C6 milik warga Jakarta dan memberikannya kepada orang lain yang merupakan pendatang.

Karenanya, dia meminta agar pengguna C6 bisa terang-terangan menunjukkan bukti formulir beserta KTP agar tidak menimbulkan kecurigaan. Pun dengan demikian, pilgub dapat berjalan adil.

"Jangan ditolak dong dari pasangan yang lain. Kalau kamu keberatan, bingung kita. Kita curiga dong. Harusnya kamu enggak takut kan, sama-sama dong (lakukan pengecekan)," tuturnya.

Sebelumnya, aplikasi bernama Tamasya Al-Maidah telah diluncurkan dan bisa diunduh melalui smartphone berbasis android.

Aplikasi itu dibuat untuk mengajak orang luar ibu kota datang sebagai saksi di TPS, saat putaran kedua Pilkada DKI digelar pada 19 April bulan depan.

"Tamasya Al-Maidah. Pada intinya, ini kami dari GNPF MUI ingin agar Pilkada DKI Jakarta dapat berjalan dengan damai dan tertib. Mengapa namanya 'Tamasya Al-Maidah' karena spiritnya kan dari 212 juga yang memperjuangkan Al-Maidah 51," kata tim advokasi GNPF MUI Kapitra Ampera belum lama ini.(uya/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia