Kamis, 27 Apr 2017
Metropolis

Satu Lawan Delapan, Ambruk Hingga Dompet dan HP Melayang

Selasa, 21 Mar 2017 05:10 | editor : Suryo Eko Prasetyo

BANTU KEJAHATAN: Kompol Eko Widodo (dua dari kiri) menunjukkan dua pelaku pengeroyokan Wicaksono dan Akbar (kepala menunduk) beserta barang bukti Senin (20/3) di Mapolsek Karangpilang, Surabaya.

BANTU KEJAHATAN: Kompol Eko Widodo (dua dari kiri) menunjukkan dua pelaku pengeroyokan Wicaksono dan Akbar (kepala menunduk) beserta barang bukti Senin (20/3) di Mapolsek Karangpilang, Surabaya. (Ahmad Chaidir/JawaPos.com)

JawaPos.com – Unit Reskrim Polsek Karangpilang amankan dua pelaku pengoroyokan terhadap Andri Bachtiar, 25, warga Kedurus, Surabaya. Dua tersangka yang ditangkap adalah Wicaksono, 21, dan Akbar, 22. Mereka juga warga Kedurus, Surabaya.

''Keduanya bersama enam pelaku lain masih kami kejar. Mereka tidak hanya mengeroyok korban. Namun, juga merampas uang Rp 1,4 juta dan telepon selular,'' ungkap Kapolsek Karang Pilang Kompol Eko Widodo Senin (20/3) kepada JawaPos.com.

Eko menceritakan korban hendak menjemput pulang istrinya pulang bekerja di daerah Wiyung, Surabaya. Namun, saat melintas di Jalan Raya Mastrip, korban tiba-tiba dicegat oleh AN. Keduanya terlibat cekcok dan berujung pada kontak fisik.

''Cekcok ini ditengarai karena ada dendam pribadi antara AN kepada Bachtiar yang bermotifkan asmara,'' terang Eko. Nah, saat dua pihak itu tengah terlibat adu fisik, tiba-tiba datang tujuh kawan AN. Gerombolan itu membantu AN mengeroyok Bachtiar. Satu banding delapan, Bahtiar tersungkur. Wajahnya dipenuhi luka memar bekas tonjokkan.

Melihat korbannya tersungkur, pengeroyok lalu merampas dompet dan ponsel Bachtiar. Lokasi kejadian berjarak sekitar 200 meter dari Mapolsek Karangpilang. Peristiwa tersebut terdengar juga oleh korps berbaju coklat. Mereka kemudian menuju lokasi kejadian dan berhasil mengamankan dua pelaku.

Kanitreskrim Polsek Karang Pilang Iptu Marji Wibowo mengatakan, pihaknya terus memburu enam pelaku lain. ''AN sebagai pelaku utama dan lima lainnya sedang kami kejar,'' ucapnya.

Salah seorang pelaku, Akbar mengatakan bahwa dirinya hanya berniat membantu AN, yang sedang berkelahi. Mengetahui lawan dari sahabatnnya tidak berdaya, Akbar lantas mengambil dompet dan ponsel korban. ''Rencananya mau buat pesta minuman keras sama teman-teman,'' ucap pria protolan SMP itu. (CR4/sep)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia