Senin, 24 Jul 2017
JPG Today

Usai Tusuk Istri, Lelaki Ini Mencoba Bunuh Diri

Selasa, 21 Mar 2017 06:00 | editor : Soejatmiko

LEMAS: Siti Nur Janah yang menjadi korban penusukan oleh suaminya dirawat di RSUD Genteng, Senin (20/3)

LEMAS: Siti Nur Janah yang menjadi korban penusukan oleh suaminya dirawat di RSUD Genteng, Senin (20/3) (Nur Hasan/Jawa Pos Radar Banyuwangi)

JawaPos.com – Warga Dusun Kabat Mantren, RT 3, RW 2, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, sempat dibuat geger, Senin (20/3). Mereka menemukan pasangan suami-istri (pasutri) Tommy Legon, 31, dan Siti Nur Janah, 27, terkapar di rumahnya dengan tubuh bersimbah darah.

Dugaan sementara, Siti Nur Janah yang terluka cukup parah di bagian perut itu karena ditusuk dengan pisau dapur oleh suaminya, Tommy Legon. Selanjutnya, pelaku menusuk kan pisau pada perutnya sendiri. Saat ditemukan warga, pisau masih menancap di perut pelaku. Untungnya para tetangga bisa cepat datang. Pasutri yang sudah lemas itu, oleh warga langsung ditolong dengan dilarikan ke RS MMC Muncar

Tapi karena kondisinya cukup parah dan kritis, keduanya langsung dirujuk ke RSUD Genteng. “Keduanya dibawa ke RSUD Genteng,” kata Kapolsek Muncar, Kompol Agus Dwi Jatmiko kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Senin (20/3). Belum diketahui pasti penyebab penusukan yang dilakukan sang suami pada istrinya, dan berlanjut upaya bunuh diri itu.

Hanya saja, dugaan kuat masalah keluarga. “Ini masalah keluarga,” cetus Kanitreskrim, Eko Darmawan. Menurut kanitreskrim, pelaku itu berasal dari Jalan Jember Baru, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sedang korban, asli warga Dusun Kabatmantren, Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar. “Pelaku itu pendatang,” katanya.

Dari keterangan sejumlah saksi, terang dia, pelaku itu sering mengajak istrinya untuk pindah ke Samarinda, Kalimantan Timur. Tapi, korban selalu menolak ajakan itu.  “Sebelum kejadian, sepertinya pelaku mengajak lagi dan korban menolak,” ujarnya. Karena menolak diajak pindah ke Kalimantan Timur itu, sepertinya membuat pelaku marah.

Keduanya terlibat cekcok hingga membuat pelaku emosi. Selanjutnya, pergi ke dapur untuk mengambil pisau dan menusukkan ke perut korban saat berada di dapur. “Ini sebatas dugaan berdasarkan keterangan dari saksi, keduanya belum bisa dimintai keterangan,” ungkapnya.

Melihat istrinya terkapar dengan tubuh bersimbah darah, pelaku rupanya bingung. Sehingga, pisau di tangannya yang sudahy bersimbah darah itu ditusukkan ke perut nya sendiri. “Pelaku berusaha bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perutnya,” terangnya. Tragedi berdarah itu kontan membuat warga sekitar jadi geger.

Mereka berdatangan setelah mendengar suara jeritan kesakitan dari pasangan suami istri itu. Di antara warga, ada yang langsung melaporkan ke polisi. Sedang lainnya, membawa pasutri itu ke RS MMC Muncar. “Kedua korban masih hidup, makanya begitu anggota tiba di lokasi langsung mengevakuasi ke rumah sakit,” bebernya.

Luka parah yang diderita pasutri itu, membuat tim medis MMC Muncar angkat tangan. Keduanya dirujuk ke RSUD Genteng. Saat dirujuk itu, pisau yang membuat pasutri itu terluka masih menancap di perut pelaku. “Kita masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini,” katanya. Kapolsek Muncar, Kompol Agus Dwi Jatmiko, mengungkapkan akan terus melakukan pendalaman dalam kejadian ini. “Kita terus mengumpulkan informasi untuk menangani kasusnya,” ujarnya.

Menurut kapolsek, selama pelaku dan korban menjalani perawatan di RSUD Genteng, pihaknya terus melakukan pemantauan dengan menugaskan anggota di rumah sakit tersebut. “Pelaku kita jaga ketat, ada anggota yang bertugas secara bergantian,” ungkapnya. (rri/abi/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia