Senin, 21 Aug 2017
Sepakbola Indonesia

Jojo dan Zoro, Maskot Persebaya yang Lucu dan Menghibur

| editor : 

MENGHIBUR: Zoro dan Jojo, dua maskot Persebaya yang lahir sejak 2016 lalu.

MENGHIBUR: Zoro dan Jojo, dua maskot Persebaya yang lahir sejak 2016 lalu. (Chandra Satwika/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com - Persebaya punya maskot yang jenaka. Namanya Jojo dan Zoro. Dua figur maskot ini sudah menemani perjalanan Green Force -julukan Persebaya sejak tahun 2016 lalu. Kehadirannya membuat pertandingan Persebaya semakin menarik dan menghibur.

Jojo adalah bentuk visual dari sosok buaya berwarna hijau. Jersey yang dikenakan juga berwarna hijau dengan celana putih. Jojo menutupi kepala plontosnya dengan topi warna hitam. Sementara, Zoro adalah representasi dari ikan hiu. Berbeda dengan Jojo, sosok Zoro dibalut jersey hitam kombinasi putih.

"Jojo artinya bajul ijo. Sedangkan Zoro berarti suro. Kami memberi nama Jojo dan Zoro agar lebih familiar dan lebih gampang diingat oleh anak-anak dan Bonek pada umumnya," kata salah satu kreator figur ini, Bagus Wicak kepada JawaPos.com.

Zoro tampak bersantai di tepi lapangan saat pertandingan homecoming game Persebaya versus PSIS.

Zoro tampak bersantai di tepi lapangan saat pertandingan homecoming game Persebaya versus PSIS. (M. Syafaruddin/JawaPos.com)

Berbicara karakter, keduanya sama-sama figur yang kocak. Aksi-aksi lucu mereka di awal atau jeda pertandingan, selalu mengundang tawa dari penonton yang hadir di stadion. Menurut Bagus, Jojo dan Zoro muncul tidak di sembarang waktu. Ada tim khusus yang menyusun rundown aksi mereka.

"Kami bikin rundown, jamnya harus pas. Pada 15 menit sebelum babak pertama berakhir, kami masuk. Kedua pada 20 menit babak kedua berakhir. Di waktu ini kami keluar ke lapangan lagi sampai pertandingan selesai selesai," jelas Bagus.

Meski sama-sama lahir tahun 2016, tapi Jojo lebih lebih tua empat bulan daripada Zoro. Jojo pertama kali muncul pada April 2016. Sedangkan figur Zoro lahir bulan Agustus di tahun yang sama. "Zoro pertama kali muncul di Piala Pelajar U-16," tutur pria yang akrab disapa Boms itu.

Salah satu yang menarik dari Jojo dan Zoro adalah nomor punggung di jersey yang mereka kenakan. Jojo memakai nomor 27. Nomor ini memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Persebaya. Sementara Zoro memutuskan untuk menggunakan nomor 12.

"Awalnya kami mau menggunakan nomor 19 untuk Zoro. Tapi nomor 19 kan sudah dipensiunkan di Persebaya. Kami menghormati itu. Jadi kami menggunakan nomor 12 untuk Zoro. Apalagi 12 sangat identik dengan suporter," jelas Bagus.

Sebagai salah satu kreator maskot ini, Bagus berharap karakter Jojo dan Zoro selalu menemani Persebaya dimanapun berada. "Harapan kami adalah tetap ada di lapangan untuk mendukung Persebaya bertanding. Serta menghibur Bonek yang ada di stadion," harapnya. (saf/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia