Senin, 21 Aug 2017
Internasional

Israel Ancam Hancurkan Sistem Antimisil Syria

| editor : 

PERUBAHAN ENAM TAHUN: Masjid Omari di Daraa, Syria, awalnya berdiri megah. Enam tahun kemudian, beberapa bagian bangunan bersejarah itu hancur akibat perang yang terus-terusan berlangsung.

PERUBAHAN ENAM TAHUN: Masjid Omari di Daraa, Syria, awalnya berdiri megah. Enam tahun kemudian, beberapa bagian bangunan bersejarah itu hancur akibat perang yang terus-terusan berlangsung. (Khaled Al-Hariri/Reuters)

JawaPos.com - Ketegangan antara Syria dan Israel belum mengendur. Baku tembak memang sudah berhenti. Namun, dua negara terus saling ancam. Minggu (19/3) Menteri Pertahanan Israel Avigdor Liberman mengancam bakal menghancurkan sistem pertahanan misil Syria jika negara yang dipimpin Presiden Bashar Al Assad tersebut kembali menembaki pesawat Israel dengan misil.

”Lain kali jika Syria menggunakan sistem pertahanan udaranya terhadap pesawat-pesawat kami, kami akan menghancurkan (alat) itu semua tanpa berpikir dua kali,” terangnya dalam siaran radio Israel.

Ancaman tersebut muncul setelah pasukan udara Israel dan militer Syria terlibat baku tembak di dekat Palmyra Kamis malam (16/3) hingga Jumat dini hari (17/3). Itu adalah kali pertama pasukan Israel menyerang hingga ke tengah-tengah wilayah Syria. Biasanya serangan hanya dilakukan di area perbatasan.

Serangan balasan ground to air missile (GTAM) Syria berhasil dihentikan sistem pertahanan udara Arrow milik Israel. Gara-gara ledakan misil di udara tersebut, alarm peringatan berbunyi di Lembah Jordan. Suara ledakan yang menggelegar juga terdengar hingga Jerusalem.

Puing-puing misil bahkan sampai di sisi barat Jordania. Serangan udara Israel mengakibatkan Yasser Assayed tewas. Dia adalah komandan militan pertahanan nasional yang mendukung pemerintahan Assad. 

Mantan menteri luar negeri Israel itu mengakui, pihaknya memang melakukan serangan di sekitar Palmyra. Namun bukan untuk menyerang pasukan Syria. Melainkan rombongan tentara Hizbullah yang membawa senjata untuk dikirimkan ke Lebanon. Selama perang Syria berlangsung, Hizbullah memberikan bantuan penuh untuk Damaskus.

”Masalah utama kami adalah pengiriman senjata canggih dari Syria ke Lebanon. Setiap kali kami mengidentifikasi pengiriman seperti itu, kami akan bekerja untuk mencegah permainan pertukaran senjata tersebut. Untuk urusan ini, kami tidak akan berkompromi,” tegas politikus 58 tahun tersebut.(AFP/Reuters/CNN/sha/c10/any/tia)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia