Jumat, 31 Mar 2017
Finance

Musim Bagi Dividen, Saham Bank Moncer

Selasa, 21 Mar 2017 07:00

BNI DIGINATION: BNI merupakan salah satu bank BUMN yang membagikan deviden.

BNI DIGINATION: BNI merupakan salah satu bank BUMN yang membagikan deviden. (Toni Suhartono/Indopos/JawaPos.com)

JawaPos.com -  Saat ini investor berminat pada saham-saham bank karena masih dalam masa pembagian dividen. Namun, ekonom Bank Permata Josua Pardede menyarankan agar porsi dividen tidak terlalu besar dari laba bersih, yakni 15–30 persen. Hal tersebut perlu untuk menjaga capital adequacy ratio (CAR) supaya tetap kuat.

’’Tapi, kalau likuiditas bank itu tidak ketat, bisa lebih tinggi dividennya. Umumnya, bank-bank pelat merah punya profitabilitas yang besar. Mereka bisa memberikan dividen besar karena dari sisi pertumbuhan kreditnya bagus,’’ ujarnya.

Bank-bank BUMN punya porsi yang berbeda-beda dalam pembagian dividen. Bank BTN (BBTN) membagi 20 persen dari laba bersih. Selanjutnya, Bank BNI (BBNI) dan Bank BRI (BBRI) masing-masing membagi dividen 35 persen dan 40 persen dari laba bersih. Bank Mandiri (BMRI), meski menjadi bank BUMN dengan NPL tertinggi, berani memberikan dividen 45 persen dari laba bersih. Padahal, laba bersihnya turun 32,1 persen karena CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai) yang besar.

Dividen 45 persen dari laba bersih tersebut juga menjadi porsi dividen terbesar yang pernah diberikan BMRI. Sementara itu, investor saat ini masih menunggu rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Bank BCA (BBCA). Dengan tekanan kredit macet yang naik hampir dua kali lipat tahun lalu, bank yang berafiliasi dengan Grup Djarum tersebut diharapkan bisa memberikan dividen yang tetap menarik bagi pemegang saham. (rin/c22/sof)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia