Sabtu, 24 Jun 2017
Event
IBOMA 2017

Film Komedi Cerdas dan Inspiratif Pasti Laris

Selasa, 21 Mar 2017 06:00 | editor : Dwi Shintia

DUKUNG IBOMA: Para produser, sutradara, dan aktor dari 10 film terpilih serta dewan juri mengadakan konferensi pers di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Selatan. (fedrik tarigan/jawa pos/jawapos.com)

JawaPos.com – Komposisi nominasi film komedi yang melampaui film drama dalam perhelatan Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA) 2017 menjadi pembuktian bagi Ernest Prakasa. Di IBOMA tahun lalu, Ernest sukses membawa pulang 3 penghargaan lewat film arahannya, Ngenest.

Saat Cek Toko Sebelah (CTS) masuk lagi di IBOMA tahun ini, ayah dua anak itu merasa bahwa keputusannya untuk merambah dunia film tidak salah. “Saya yakin kalau genre komedi, dengan bahan lawakan yang cerdas dan inspiratif, punya tempat di hati penonton,” ujar Ernest.

Di film CTS, selain sebagai pemeran utama, Ernest juga menjadi sutradara dan penulis scenario. Dia mengungkapkan bahwa CTS mengusung jenis genre komedi baru, yaitu drama komedi. “Saya melihat bahwa masih jarang ada film komedi dengan latar atau value budaya keluarga. Ini yang menurut saya bikin CTS punya nilai plus dan laris di pasaran,” katanya.

Selain CTS, ada lima film komedi yang masuk nominasi IBOMA 2017. Yaitu Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1,My Stupid Boss, Hangout, Koala Kumal, dan Comic 8: Casino Kings Part 2. Untuk Hangout, genre yang ditawarkan juga baru. Yaitu comedy-thriller. Film yang dirilis Rapi Films dan disutradarai Raditya Dika itu sukses menembus jajaran film terlaris. “Kapan lagi bisa ketawa-ketawa pas ada orang yang dibunuh?” ujar Sunil Samtani, perwakilan Rapi Films.

Kini, IBOMA masih dalam proses penjurian. Ada tujuh orang juri yang terdiri atas aktor, aktris, sutradara, produser, serta pengamat perfilman. Yakni Avesina Soebli, Jujur Prananto, Roy Lolang, Yan Wijaya, Marcella Zalianty, Donny Damara, dan Angga Dwimas Sasongko.

Selain film-film Box Office Indonesia, ada satu kategori baru yang hasilnya ditentukan oleh SCTV. Yakni, Film Produksi Daerah Terlaris. “Kategori ini kami adakan sebagai wujud apresiasi terhadap insane perfilman daerah yang mampu menghasilkan karya film berkualitas,” kata David. (len/tia)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia