Senin, 27 Mar 2017
JPG Today

Pembunuh Wartawati Palu Ekspres Tertangkap, Ternyata...

Senin, 20 Mar 2017 23:06

Kapolres Palu AKBP Christ Pusung saat konpres menghadirkan tersangka Yohanis (baju hitam)

Kapolres Palu AKBP Christ Pusung saat konpres menghadirkan tersangka Yohanis (baju hitam) (palu ekspres/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pelarian Yohanes Sandipu pelaku utama dugaan pembunuhan Maria Yeane Agustuti alias Manda, jurnalis Harian Palu Ekspres yang meninggal di kostnya, Jumat (17/3) berakhir.

Sehari setelah peristiwa tragis tersebut, Yohanes diringkus jajaran Reksrim Polres Poso, Sabtu, (18/3) malam, sekira pukul 23.00 Wita. Pelaku ditangkap Desa Bega, Kelurahan Mapane, Kecamatan Poso Pesisir di rumah teman pelaku berinisial BD.

Saat digelandang ke Media Center Polres Palu, pria yang berprofesi sebagai tukang servis air conditioner itu, tampak lesuh. Di tengah kilatan blitz kamera, Yohanes selalu menundukkan kepalanya ke lantai. Namun sesekali, ia mengarahkan pandangannya ke kerumunan jurnalis. Ia terlihat berusaha mengidentifikasi identitas pewarta yang beberapa di antaranya memang dikenalnya dengan sangat baik.

Dilansir dari Palu Ekspres (Jawa Pos Group), sepanjang penjelasan Kapolres Palu AKBP Christ Reinhard Pusung, yang berlangsung sekira 10 menit itu, ekspresi pria asal Poso ini tampak datar. Selain berusaha menatap kearah kerumunan wartawan yang berjarak tiga meter, sesekali ia membuang pandangannya ke lantai.

Menggunakan lengan panjang hitam, penampilan Yohanes tampak dekil dan agak kusam dan kurang bersemangat. Pusung menyebutkan, pelaku diamankan oleh tim dari Polres Poso, pada Sabtu, 18 Maret 2017 malam, sekitar pukul 23.00 WITa, di Desa Bega, Kelurahan Mapane, Kecamatan Poso Pesisir di rumah teman pelaku berinisial BD.

Menurut Pusung, awalnya pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WITa, anggota Tim Operasional Polres Poso, mendapat info bahwa pelaku YS (suami korban), sedang berada di wilayah Desa Bega.

Mengetahui informasi itu, Tim Operasional kemudian mengonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Poso, AKP K.S. Holmes Saragi, untuk kemudian mengecek ke lokasi tersebut. Setelah dicek  YS  sedang menunggu temannya.

Tanpa menunggu waktu lama, Tim Operasional kemudian melakukan penangkapan. Aparat  mengamankan YS. Pusung menyebut, pelaku terindikasi akan melarikan diri, pada saat penangkapan.

“Indikasi ada percobaan melarikan diri, karena dia sudah menghubungi temannya untuk menjemput dia, jadi dia dalam persiapan pergi,” lanjut Kapolres.

Untuk sementara pelaku disangkakan dengan Pasal 44 ayat 3, UU nomor 23 tahun 2004, tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. “Pelaku kami sangkakan dengan pasal 44 ayat 3, UU nomor 23 tahun 2004, yaitu tentang KDRT. Ini untuk sementara kami sangkakan untuk KDRT,” imbuhnya.

Selain itu, terkait dengan dugaan pelaku sebagai pecandu narkoba, AKBP Chrit mengaku, pihaknya sedang mendalami hal tersebut, dan telah mendapatkan pengakuan awal dari pelaku. Termasuk motif pelaku, sejauh ini masih didalami.

“Kami masih dalami, tapi sudah ada pengakuan juga, bahwa dia pernah menggunakan narkoba. Untuk sementara, karena ini masalah suami istri, dan diawali dengan pertengkaran, maka kami sangkakan dulu dengan KDRT,” jelasnya lagi.

Dalam keterangannya, Polres Palu juga menggelar sejumlah barang bukti. Di antaranya selendang warna hijau, yang digunakan pelaku untuk mencekik korban, foto-foto kondisi korban, serta gembok yang digunakan untuk menutup pintu.

Sedangkan barang bukti lainnya, yakni uang sejumlah Rp300 ribu, sedang disimpan oleh pihak Polres Palu, dan sepeda motor masih berada di Kabupaten Poso.(mg01/kia/mdi/sad/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia