Jumat, 23 Jun 2017
Humaniora

Ibu Kota Pindah ke Palangkaraya, DPR: Negara Butuh Triliunan 

Senin, 20 Mar 2017 22:05 | editor : Imam Solehudin

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah Joko Widodo mewacanakan untuk memindahkan ibu kota negara ke Palangkaraya. Kementerian Dalam Negeri pun langsung menggandeng Badan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mengkaji untung ruginya. Termasuk mengenai anggaran.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dodi Riyadmaji mengaku mendapat bocoran jika ibu kota dipindahkan ke Palangkaraya, maka akan menghemat anggaran Rp 2 triliun. Namun angka tersebut masih belum pasti lantaran harus melakukan penelitian lebih dalam.

Menanggapi itu, Anggota Komisi II DPR Yandri Susanto menilai, negara bukan menghemat Rp 2 triliun malah sebaliknya. "Menurut saya perlu dua triliun bukan hemat dua triliun. Bahkan perlu dana triliunan persiapkan infrastruktur yang ada," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/3).

Memindahkan ibu kota memang perlu persiapan matang. Terutama diutamakan menyiapkan infrastrukturnya. Artinya lanjut dia, parameter dan kelengkapan sebagai ibu kota negara harus terpenuhi.

Seperti kantor pemerintahan maupun kementerian dan lembaga. "Kalau pindah kan bukan kayak pindah rumah kos. Bukan ecek-ecek, tiba-tiba pindah.  Kalau kayak begitu, saya tidak setuju, nanti akan berantakan," pungkas Yandri.(dna/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia