Senin, 26 Jun 2017
Women's

Canggih! Teknologi Ini Bisa Deteksi Kelainan Kromosom Pada Ibu Hamil

Senin, 20 Mar 2017 21:03 | editor : Fadhil Al Birra

Ilustrasi

Ilustrasi (Pixabay.com)

JawaPos.com – Penyakit kelainan kromosom pada janin sering kali menyerang ibu hamil. Karenanya pencegahan sejak dini perlu dilakukan. Rajin berkonsultasi dengan dokter kandungan menjadi jalan yang tepat. 

Salah satu penyakit yang diakibatkan kelainan kromosom adalah Down Syndrome atau banyak dikenal dengan istilah awam sebagai anak dengan keterbelakangan mental. Down Syndrome adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom.

Untuk mendeteksi adanya kelainan kromosom menggunakan berbagai teknologi canggih. Salah satunya yaitu Non Invansive Prenatal Test (NIPT). Yakni, jenis metode yang termasuk baru untuk menganalisis DNA bebas sel di dalam darah ibu untuk mendeteksi apakah janin memiliki kelainan kromosom.

Pada tahun 1997, para peneliti pertama kali melaporkan temuan sejumlah kecil dari DNA bebas sel janin yang berada di peredaran darah ibu pada usia awal usia kehamilan empat minggu pertama. Perkembangan yang cepat dari teknologi sequencing berikutnya (next generation sequencing technology) mampu untuk mendeteksi adanya aneuploidy pada janin secara non-invasif serta keakuratan yang tinggi dengan cara menganalisis DNA bebas sel dalam darah ibu.

“Meskipun kemungkinan memiliki bayi dengan Sindroma Down atau kelainan kromosom lainnya lebih berpotensi pada ibu dengan kehamilan di usia tua, namun memiliki janin dengan kelainan kromosom juga dapat terjadi pada ibu dengan berbagai usia,” kata Pakar Kesehatan dari Bank Darah Tali Pusat Cordlife dr. Meriana Virtin, dalam keterangan tertulis, Senin (20/3).

Menurutnya, pemeriksaan darah yang sederhana ini dapat membantu mengurangi kecemasan calon ibu, calon ayah dan seluruh keluarga. “Sampai saat ini, pemeriksaan ini telah secara signifikan mengurangi jumlah pemeriksaan diagnostik invasif, seperti Amniosentesis dan Chorionic Villus Sampling, yang beresiko menyebabkan keguguran sekitar 1 dari 100 kehamilan,” terangnya.

Sementara itu, Cordlife selain dikenal sebagai Bank Darah Tali Pusat juga telah bekerja sama iGene Diagnostik, sebuah perusahaan berbasis diagnostik molekuler di Singapura, untuk menawarkan iGene di Indonesia. Dibandingkan dengan NIPT lainnya, iGene memiliki prestasi klinis yang unggul dan mampu melakukan skrining dengan tingkat akurasi tinggi untuk mendeteksi adanya kelainan kromosom umum, termasuk Sindroma Down, Sindroma Edwards, dan Sindroma Patau. (cr1/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia