Jumat, 31 Mar 2017
JPG Events
SMART RIDING

Berbeda dengan Kostum Daur Ulang

Senin, 20 Mar 2017 20:38

KREATIF: Penampilan fashion dari warga Kedondong Kidul RT 13 RW 6 Kelurahan Tegalsari saat mengikuti even Smart Riding Minggu (19/3) sore.

KREATIF: Penampilan fashion dari warga Kedondong Kidul RT 13 RW 6 Kelurahan Tegalsari saat mengikuti even Smart Riding Minggu (19/3) sore. (Galih Cokro/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Selalu ada kemeriahan di setiap road show Surabaya Smart Riding 2017. Misalnya, saat tim Satlantas Polrestabes Surabaya menemui warga Jalan Kedondong Kidul RT 13, RW 06, Kecamatan Tegalsari, Minggu (19/3).

Ibu-ibu warga setempat tampil dengan yel-yel yang disiapkan untuk acara pemungkas di Taman Bungkul. Temanya adalah imbauan untuk tertib berlalu lintas. Lagu Pokoke Joget mereka ubah dengan lirik Pokoke Tertib. ”Kami, para warga, yang ciptakan sendiri,” jelas Dicky Sugeng Premana, ketua RT setempat.

Kostum yang dikenakan juga unik. Mereka mengenakan pakaian dari daur ulang sampah plastik. Plastik-plastik tersebut dibentuk menyerupai bunga. Lalu, dipasang dengan apik di sekitar rok dan rompi.

MERIAH: Warga Kedondong Kidul RT 13, RW 06, Kecamatan Tegalsari, berfoto bersama tim Satlantas Polrestabes Surabaya.

MERIAH: Warga Kedondong Kidul RT 13, RW 06, Kecamatan Tegalsari, berfoto bersama tim Satlantas Polrestabes Surabaya. (Galih Cokro/Jawa Pos/JawaPos.com)

Dicky tidak kalah heboh. Dia mengenakan topi khas pesulap. Namun, topi itu memiliki warna dasar hijau dengan hiasan bunga warna-warni. ”Ini merupakan hasil kreativitas warga sini,” jelasnya.

Kanit Lantas Polsek Tegalsari AKP Dwi Herianto mengaku terkesan dengan persiapan warga. ”Sangat menarik dan menghibur sekali. Tapi, materi lalu lintasnya juga jangan dilupakan,” katanya.

Dia mengimbau warga untuk terus menjaga tata tertib berlalu lintas meski rangkaian Surabaya Smart Riding akan berakhir. ”Saya harap antusiasme tersebut akan berkelanjutan meski acara sudah rampung,” jelas pria dengan tiga balok di pundak itu.

Materi tertib berlalu lintas disampaikan Bripka Abdul Rouf. Dia mengemas materi-materi tersebut dengan menarik. Warga pun tak berhenti dibuat terpingkal-pingkal.

Misalnya, saat dia menjelaskan pentingnya persiapan sebelum berkendara. Mulai mengecek kelistrikan hingga memakai helm. ”Tapi ojok lali nggawe celono ta rok. Ngkok helm-e nggawe, tapi celono utowo rok-e gak digawe (Tapi, jangan lupa pakai celana atau rok. Nanti pakai helm tapi enggak pakai celana atau rok, Red),” celetuknya. Spontan, warga pun tertawa.

Rouf berpesan, warga tidak hanya mengingat materi tersebut lantaran bakal digunakan sebagai lomba. Namun, warga juga harus menerapkannya dalam keseharian. ”Ingat Bu, kecelakaan bukan hanya takdir, tapi juga bisa karena kita sendiri,” tegasnya. (bin/c21/fal/sep/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia