Senin, 27 Mar 2017
Internasional

Korban Konflik Palestina Terus Mendapat Perhatian Dunia

Senin, 20 Mar 2017 19:20

Humas Ghirass for Society Development Mehieddine M. Seyfeddine (kiri) saat menerima bantuan Ketua Adara Relief International, Nurjanah Hulwani di Jakarta.

Humas Ghirass for Society Development Mehieddine M. Seyfeddine (kiri) saat menerima bantuan Ketua Adara Relief International, Nurjanah Hulwani di Jakarta. (Istimewa)

JawaPos.com - Belum meredanya konflik antara Israel dengan Palestinta membuat korban terus berjatuhan. Tidak sedikit para syuhada mati syahid di medan perang.  Hal ini menarika empati dari lembaga kemanusian internasional, termasuk dari Indonesia.

Kali ini Adara Relief International, lembaga kemanusiaan dari Indonesia memberikan bantuan kepada keluarga pejuang Palestina melalui, Ghirass For Society Development.

"Bantuan ini akan diprioritaskan untuk program-program pemberdayaan para keluarga pejuang Palestina, khususnya di Gaza,  sehingga bukan hanya ikan yang kami berikan, namun juga kail untuk bekal hidup mereka," ujar Ketua Adara Relief International, Nurjanah Hulwani di kantor Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Jakarta Selatan, Senin (20/3).

Adapun bantuan yang diserahkan senilai 50.000 dolar Amerika atau sekitar Rp 667.500.000. Semua itu merupakan hasil sumbangan dari  masyarakat Indonesia yang dititipkan melalui Adara Relief International.

Sementara itu, Humas dan Pengembangan Sumber Daya Ghirass for Society Development, Mehieddine M Seyfeddine mengungkapkan, pihaknya yang sudah berkiprah dari 2004, terus memberikan perhatian terhadap korban konflik di Palestina. Terutama bagi pada anak-anak yatim dan janda yang telah ditinggal wafat kepala keluarganya akibat agresi zionis Israel.

"Yang kami lakukan tidak hanya memberikan santunan atau kafalah kepada anak-anak yatim dan para janda, namun semua kebutuhan mereka kami coba penuhi," ujar Mehieddine.

Lebih lanjut dia menyebutkan, dari 2.500 anak yatim yang perlu dibantu, masih ada 1.700 anak belum mendapatkan bantuan. "Kami berharap bantuan datang dari masyarakat muslim di Asia khususnya di Indonesia, supaya bisa menambah jumlah anak yatim yang dibantu," tutur Mehieddine.

Ke depan, mereka akan membangun Skill Youth Center di Gaza di atas lahan seluas 3.000 m2, sebagaimana mereka telah membangun Bee Skill Center di Libanon yang telah memberi pelatihan keterampilan hidup bagi 1.200 anak. (iil/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia