Sabtu, 24 Jun 2017
Humaniora

Istana Pastikan Buka Kembali Studi KelayakanPalangkaraya Jadi Ibu Kota

Senin, 20 Mar 2017 13:23 | editor : Dhimas Ginanjar

JawaPos.com – Menghangatnya wacana memindahkan ibu kota negara ke Palangkaraya ditanggapi serius oleh pemerintah. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan, bisa membuka kembali studi yang telah dilakukan terkait kelayakan Palangkaraya sebagai pengganti Jakarta. Kalau benar-benar layak, bukan tidak mungkin pemindahan ibu kota dilaksanakan.

Kepada JawaPos.com di kantor Kemenko Polhukam, Senin (20/3), dia mengaku sedang mencari hasil hasil kajian yang dilakukan oleh tim ahli mengenai wacana itu. Dia perlu mendapatkan dokumen itu karena wacana pemindahan ibu kota kembali menghangat.

’’Kami akan membuka lagi studi-studi mengenai itu. Akan kami pelajari,’’ ujarnya. Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menambahkan, dulu sebenarnya sudah ada studi terkait rencana tersebut. Namun, dia meminta waktu untuk mencari karena saat ini belum ditemukan.

’’Masih kami cari. Karena sudah diperdebatkan, mau kami cari sekarang,’’ tambahnya. Palangkaraya disebut-sebut layak menjadi pengganti Jakarta karena minim potensi bahaya. Salah satnya, jauh dari kawasan ring of fire yang melewati Jawa.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengaku telah menyiapkan lahan seluas 500 ribu hektare (ha) untuk memfasilitasi wacana pemindahan ibu kota Jakarta. Lahan itu, menurut dia, tersebar di tiga wilayah meliputi Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas.

Sekadar informasi, sejarah negeri ini juga mencatat bahwa Presiden pertama Soekarno pada 1950-an sudah mewacanakan pemindahan kegiatan ibu kota ke Palangkaraya. Bung Karno kala itu memperhitungkan jumlah penduduk Jakarta akan tumbuh tak terkendali, sehingga perlu alternatif pemindahan kegiatan pemerintahan pusat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Palangkaraya sendiri berasal dari kata Palangka dan Raya. Palangka artinya tempat suci, kudus, tempat berdoa. Sedangkan Raya berarti besar dan megah. Jadi Palangkaraya dapat diartikan sebagai sebuah kota atau tempat suci yang mulia dan besar. Kota itu diresmikan pada 17 Juli 1957 yang ditandai dengan peresmian monumen ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah di Pahandut. (cr2/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia