Senin, 24 Apr 2017
Internasional

Dilanda Kelaparan Parah, Afrika dan Yaman Butuh Bantuan 

Senin, 20 Mar 2017 09:59

Ilustrasi

Ilustrasi (AFP)

JawaPos.com - Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB menyatakan tiga negara di Afrika, Somalia, Sudah Selatan, dan Nigeria, serta Yaman (Asia) mengalami bencana kelaparan dan malnutrisi terparah di dunia. Jumlahnya mencapai 20 juta jiwa dan sebagian besar anak-anak.

Di Yaman, sekitar 14,1 juta penduduknya menderita kelaparan parah. Di Nigeria ada sekitar 1,8 juta penduduknya juga hidup dalam kelaparan parah. Sementara Sudan Selatan dan Somalia, masing-masing sekitar 4,9 juta dan 2,9 juta menderita mengalami bencana kelaparan kritis.

Ketua Umum GNPF MUI, Bachtiar Nasir mengatakan, umat Islam punya tanggung jawab sosial untuk meringankan beban saudara-saudaranya di negara lain yang membutuhkan bantuan. Dia mengajak seluruh masyarakat untuk menyalurkan bantuannya. 

"Terlebih bagi umat Islam sangat dianjurkan memberikan makan kepada orang dikenal dan tidak dikenal," ujar Ketua Alumni Universitas Islam Madinah itu dalam keterangan resminya, Minggu (19/3).

Menurutnya, kepedulian dan uluran tangan umat Islam untuk kemanusiaan akan mengangkat citra positif bangsa Indonesia di mata internasional. Karenanya, program kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) perlu mendapatkan perhatian masyarakat Indonesia dari semua elemen mulai dari kalangan bawah, menengah, dan atas.

Bachtiar mengapresiasi aksi kemanusiaan ACT) untuk membantu korban kelaparan di Afrika dan Yaman. ACT melalui Tim Sympathy of Solidarity (SOS) telah menyalurkan 2,6 ton paket bantuan bahan pangan dari Indonesia ke Somalia. Bantuan tahap pertama ini disalurkan ke sejumlah wilayah, seperti Lower Shabelle dan Bay Region.

Pada Selasa (14/3) lalu, tim SOS mendistribusikan bantuan pangan ke Kampung Kukari di Lower Shabelle yang terletak sekitar 40 km dari Mogadishu. Kampung Kukari merupakan kampung tidak resmi yang dihuni oleh pengungsi. Bangunan di kampung tersebut terbuat dari seng dan ranting-ranting yang disusun sekenanya.

"Ada sekitar 15 sampai 19 'koloni' pengungsi baru di Kampung Kukari," ujar Senior Manager Komunikasi ACT, Bambang Triyono.

Pada Rabu (15/3), tim SOS menyalurkan bantuan ke Kota Baidoa di Bay Region. Kota Baidoa kedatangan hampir 20 ribu pengungsi yang berasal dari desa-desa di sekitar kota tersebut, yang mencari air bersih dan bantuan pangan.(bon/rmol/mam/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia