Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Maret 2017 | 13.51 WIB

Air Setinggi Pinggang Orang Dewasa, Puluhan Warga Mengungsi

PULANG : Warga Bojong, Bapangsari, Bagelen, Purworejo terpaksa menerobos air yang belum surut untuk kembali ke rumah. Sebelumnya, mereka bermalam di Masjid Al Mutaqim yang dimanfaatkan sebagai tempat pengungsian sementara. - Image

PULANG : Warga Bojong, Bapangsari, Bagelen, Purworejo terpaksa menerobos air yang belum surut untuk kembali ke rumah. Sebelumnya, mereka bermalam di Masjid Al Mutaqim yang dimanfaatkan sebagai tempat pengungsian sementara.

JawaPos.com - Sedikitnya 80 rumah warga terendam air setinggi pinggang orang dewasa, menyusul tingginya intensitas hujan selama Sabtu (18/3) di wilayah Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Akibat banjir itu sebanyak 21 kepala keluarga (KK) mengungsi.


Jumlah pengungsi dilaporkan lebih sedikit dibanding rumah yang terendam air karena musibah banjir memang menjadi langganan bagi warga Bagelen. Karena itu, sebagian rumah telah ditinggikan supaya air tidak masuk ke dalam, sehingga warga tak harus mengungsi. Dalam musibah banjir kali ini ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.


Area terdampak meliputi tuhuh desa, yakni Soko, Clapar, Kalirejo, Bugel, Bagelen, Bapangsari, dan Dadirejo. Banjir akibat luapan anak Sungai Bogowonto terparah di wilayah Bapangsari. Ketinggian air mencapai sekitar dua meter. ”Orang tua, anak-anak, orang sakit atau cacat di Dusun Bojong kami ungsikan ke Masjid Al Mutaqim,” kata Kadus Junaidi kemarin (19/3).


Mengungsi disebutnya sebagai langkah antisipatif. Guna mencegah timbulnya korban jiwa ketika debit air semakin tinggi. Seperti saat bencana banjir pada 2016. Warga baru diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing setelah ketinggian air menyusut dan kondisi dirasa aman. ”Pagi tadi (kemarin) masih agak tinggi airnya. Tapi siangnya sudah cukup banyak surutnya,” lanjut Junaidi. Dalam musibah banjir kali ini, genangan air mulai tampak pertama kali di Desa Soko, Clapar, dan Kalirejo. Kondisi itu seolah menjadi sinyal bagi warga di daerah yang lebih rendah untuk bersiap-siap menghadapi banjir.


Salah seorang relawan SAR, Sarwono, menyebutkan, saat banjir tak seluruh kawasan terdampak langsung terendam air. Ada perbedaan waktu seiring tingginya intensitas hujan. Saat bagian hulu mulai surut, giliran kawasan hilir yang mulai terendam. ”Di tiga desa itu banjir terjadi sekitar pukul 19.00-20.00. Tapi di empat desa yang lain air mulai naik sekitar tengah malam dan surutnya memakan waktu lebih lama,” katanya.


Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Boedi Hardjono mengaku telah mengirimkan bantuan logistik bagi korban banjir. ”Untuk proses evakuasi warga mengungsi dan kirim logistik kami gunakan perahu karet,” ujarnya. (udi/zam/yog/ga)

Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore