Senin, 21 Aug 2017
Internasional

Aksi Sosial Serempak Pelajar Indonesia di Tujuh Kota di Rusia

| editor : 

BERBAGI KEBAHAGIAAN: Salah satu tempat pusat aktivitas anak-anak yang didatangi PERMIRA.

BERBAGI KEBAHAGIAAN: Salah satu tempat pusat aktivitas anak-anak yang didatangi PERMIRA. (PERMIRA for JawaPos.com)

JawaPos.com - Untuk kali pertama, Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) sukses melakukan aksi sosial serempak di tujuh kota Rusia yang berbeda. Kegiatan dengan nama Aksi Sosial PERMIRA tersebut berlangsung selama satu minggu, dari tanggal 8-13 Maret 2017.

Diawali oleh kegiatan Aksi Sosial PERMIRA Cabang Kota Irkutsk, kemudian berlanjut di kota Vladivostok, Kazan, Moskow, Arkhangelsk, Rostov, dan ditutup oleh Aksi Sosial PERMIRA Cabang Kota Saint Petersburg, pada Senin (13/3).

Aksi Sosial PERMIRA ini dilaksanakan untuk mempromosikan Identitas indonesia yang ramah dan bersahabat. Bergerak dari keadaan sebagai mahasiswa internasional di luar negeri yang cukup sibuk dengan kegiatan kuliah, dan terkadang lupa melihat kepada anak-anak yatim piatu, orang-orang jompo, atau tunawisma di sekitarnya.

KOMPAK: Tim PERMIRA.

KOMPAK: Tim PERMIRA. (PERMIRA for JawaPos.com)

Secara bersama-sama mahasiswa Indonesia di Rusia berkomitmen untuk melakukan aksi sosial serempak dengan memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai, alat mandi, uang dan lain sebagainya ke lembaga sosial di kota masing-masing.

’’Kami membawa makanan untuk orang-orang yang ada di panti jompo, kemudian bergantian masuk kesana untuk bersosialisasi dengan penghuni panti jompo tersebut ”ujar Rona Widya, inisiator dari Aksi Sosial di Kota Vladivostok.

Rona memaparkan aksi sosial ini diawali di Kota Irkutsk, pada Rabu, 8 Maret 2017, kegiatan ini terlaksana dengan ikut serta membantu kerja bakti di salah satu gereja dalam peringatan hari perempuan internasional di sana. Aksi sosial berikutnya dilakukan oleh Mahasiswa Indonesia di Kota Vladivostok dengan memberikan bantuan makanan dan promosi budaya di salah satu panti jompo.

Aksi sosial lainnya dilakukan oleh Mahasiswa Indonesia di Kota Kazan melalui cara yang sama dengan target salah satu yayasan amal Masjid di Kota tepian Sungai Volga itu.Secara serempak pada Minggu, 12 Maret 2017, Kegiatan-kegiatan serupa juga dilakukan di Kota Moscow, Arkhangelsk dan Rostov yang mengadakan kegiatan aksi sosial untuk panti asuhan, panti jompo dan panti sosial yang berada di kota masing-masing.

Sebagai penutup, ditutup oleh Mahasiswa Indonesia di Kota Saint Petersburg pada Senin (13/3) berkontribusi dengan membagikan alat tulis, permainan anak-anak, dan promosi budaya di salah satu tempat penitipan anak di Saint Petersburg.

’’Di Rusia itu ada tiga jenis tempat anak-anak, yang pertama detski dom (panti asuhan), detski sad (taman bermain), dan detski center (tempat penitipan anak). di detski center ini mereka menitipkan dari jam 09.00 sampai 18.00 lalu mereka ada pelajaran musik, kerohanian, dan sebagainya," ujar Steven Guntur, Ketua PERMIRA 2015 yang juga mantan Koordinator PPI Dunia 2016 yang menjadi salah satu volunteer di di Saint Petersburg tersebut.

Sementara itu, Koordinator PPI Dunia Intan Irani menyambut postif kegiatan aksi sosial seperti ini. ’’Banyak aksi sosial semacam ini yang dilakukan pelajar Indonesia di luar negeri, kalian bravo banget deh,’’ ucap Intan.

Saat ini Mahasiswa Indonesia di Rusia berjumlah sekitar 300 orang yang tersebar di 20 Kota. Kota Moskow dan Saint Petersburg merupakan kota dengan mahasiswa Indonesia terbanyak dengan masing-masing berjumlah hampir 100 orang. (ina/tia)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia