Minggu, 20 Aug 2017
Ekonomi

Pemerintah Dorong Keberlanjutan Investasi Industri Semen Nasional

Minggu, 19 Mar 2017 21:33 | editor : Mochamad Nur

Menperind Erlangga Hartarto

Menperind Erlangga Hartarto (Istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah  berkomitmen menjaga iklim usaha dan kepastian investasi di dalam negeri terutama untuk sektor manufaktur strategis seperti industri semen. Salah satunya, pembangunan fasilitas produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. di Rembang, Jawa Tengah. 

Beroperasinya sejumlah pabrik semen di dalam negeri diharapkan dapat mendukung  pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Kepastian investasi pembangunan industri strategis seperti pabrik semen perlu dijaga keberlanjutannya karena membawa efek berganda bagi perekonomian daerah dan nasional," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com, Minggu (19/3).

Data Kementerian Perindustrian  mencatat, jumlah investasi industri semen secara nasional mencapai Rp15 triliun sepanjang tahun 2016. Secara keseluruhan, kinerja industri semen, kaca dan keramik cukup positif dengan pertumbuhan 5,46 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,02 persen tahun 2016.  Selain itu mampu berkontribusi terhadap PDB sebesar Rp89,05 triliun atau 0,72 persen dari PDB nasional.

Sementara dalam pengembangan pabrik semen Rembang menelan  investasi  mencapai Rp4,9 triliun dengan jumlah tenaga kerja untuk mengoperasikan pabrik yang menggunakan teknologi canggih ini sekitar 261 orang. 

Selanjutnya, untuk mendukung unit lainnya bakal menyerap tenaga kerja mencapai 1.600 orang. Dari total peluang kerja tersebut, masyarakat lokal dan sekitarnya akan dilibatkan. Selain dapat mendukung penyerapan tenaga kerja, perkembangan industri semen akan mendukung  pertumbuhan industri kecil berbasis semen.

Menurut Airlangga, industri semen berperan sebagai penunjang utama dalam percepatan pelaksanaan proyek infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah. Contohnya pembangunan infrastruktur logistik seperti jalan, pelabuhan, jembatan, dan bandara. 

“Kami telah berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk meningkatkan penggunaan produk semen dalam negeri,” tuturnya.

Kapasitas produksi semen secara nasional tahun 2016 sebesar 95,5 juta ton dan diperkirakan mencapai 102,1 juta ton tahun 2017. Pada 2016, kebutuhan domestik semen sebanyak 62 juta ton dan untuk ekspor sekitar 1,5 juta ton. 

Industri semen sebagai sektor strategis laik ditetapkan sebagai obyek vital nasional. Status tersebut dapat memberikan jaminan keamanan dan kelancaran bagi investasi dan kegiatan produksi industri, termasuk perlindungan karyawan. 

“Selama ini produsen semen di Indonesia telah menerapkan prinsip industri hijau, di mana dalam proses produksinya melakukan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan serta ramah lingkungan,” paparnya.

Beberapa perusahaan terbukti mampu memenuhi standar industri industri hijau yang ditetapkan oleh Kemenperin. Mereka yang berhasil meraih penghargaan industri hijau dari Kemenperin pada tahun 2016, antara lain Semen Indonesia Group (PT Semen Gresik, PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa), PT Holcim Indonesia Tbk, PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk, serta PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.(nas/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia