
Ilustrasi
JawaPos.com - Selama tiga bulan terakhir, kasus kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan pengendara Meninggal Dunia (MD) sepertinya mengalami peningkatan. Namun, dari data Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Nunukan, hanya mencatat tiga kasus kecelakaan MD.
Kepala Satlantas Polres Nunukan AKP Abu Sangit mengungkapkan, periode Januari hingga Maret 2017, angka kasus kecelakaan hingga mengakibatkan MD hanya terdata tiga kasus MD yang dialami orang dewasa.
“Ada tiga orang yang menjadi korban kecelakaan meningal dunia. sedangkan luka berat ada dua orang, sementara luka ringan sebanyak empat orang. Itu data yang kami catat,” ujar Abu kepada Radar Nunukan (Jawa Pos Group) ketika dikonformasi, Sabtu (18/3).
Abu mengatakan, data tersebut merupakan data resmi yang dicatat pihaknya atas Laporan Perkara (LP) kasus kejadian laka yang dilaporkan ke Satlantas. Diakuinya masih banyak kejadian laka yang enggan dilaporkan, namun pihaknya memastikan kasus tersebut biasanya diselesaikan secara kekeluargaan.
Padahal dari pantauan media ini, sepekan kemarin banyak kejadian laka tragis yang hingga mengakibatkan penggendara luka serius bahkan meninggal dunia. Di antaranya seperti kasus laka yang terjadi di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Nunukan Timur.
Kendaraan roda dua (R2) yang dikendarai dua orang anak dibawah umur menabrak kendaraan pickup hingga membuat kaca depan mobil tersebut pecah. Sementara dua anak yang menabrak mobil tersebut diketahui mengalami luka serius. Meski sempat dirawat, satu dari anak tersebut diketahui meninggal dunia.
Melihat keadaan itu, Abu menjelaskan, pihaknya sudah sering melakukan kegiatan sosialisasi serta beberapa kegiatan imbauan terhadap pengguna kendaraan.
“Kami selalu lakukan sosialisasi, ke sekolah-sekolah karena yang selalu ugal-ugalan adalah pelajar yang tidak teratur ketika menggunakan kenderaan target utama dari Lantas adalah pelajar,” katanya.
Menurut Abu, kegiatan sosialisasi tidak sekedar dilakukan kepada pelajar, tapi termasuk pengedera roda empat (R4) dan R2. Utamanya mereka yang berkerja sebagai tukang ojek. “Sosialiasi juga dilakukan kepada sopir angkot dan tukang ojek agar tetap berhati-hati dalam berkendara, jangan terburu-buru mengejar penumpang,” katanya menambahkan.
Untuk itu pihaknya tetap selalu mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tertib berlalu lintas dan sopan agar tidak terjadi kecelakaan. Sebab maskyarakat wajib mematuhi aturan berlalulintas. Jangan sampai, mengalami kerugian ketika terjadi kecelakaan karena tidak mematuhi aturan lalu lintas.
“Intinya kita akan terus melakukan sosialiasasi tertib berlalu lintas, selain mengurangi angka kecelakaan lalu lintas juga meningkatakan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas sehingga tercipta Tertib Berlalu lintas,” pungkas Abu. (raw/ogy/fab/JPG)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
