Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Maret 2017 | 19.57 WIB

Marquee Player Bisa Sedot Sponsor dan Penonton

Kehadiran marquee player seperti MIchael Essien bisa berdampak positif terhadap pemasukan klub. - Image

Kehadiran marquee player seperti MIchael Essien bisa berdampak positif terhadap pemasukan klub.

JawaPos.com - Liga 1 akan dihelat mulai 15 April mendatang. Persiapan kompetisi sudah dimulai dengan sosialisasi bersama 18 klub peserta, Kamis (16/3). Selain ketok palu waktu kick-off, PSSI memperkenalkan operator baru, subsidi Rp 7,5 miliar per klub hingga masalah marquee player.


Ketua Komite Kompetisi PSSI, Yunus Nusi mengaku lega. Seluruh klub pada pertemuan dua hari di Markas Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Makostrad), Jakarta, tersebut bisa menerima regulasi PSSI. 


Misalnya, kebijakan marquee player yang memang sampai kemarin baru Persib Bandung melaksanakan. Apalagi kalau bukan lewat keberhasilan mendatangkan eks Chelsea, Real Madrid, dan AC Milan, Michael Essien. “Marquee player memberi keuntungan dari segi bisnis, di antaranya mendatangkan sponsor hingga penonton,” sebutnya.


Kebijakan tersebut mencuatkan anggapan bahwa musim ini menyajikan liga yang akan jauh menguntungkan Persib Bandung. Betapa tidak, marquee player memungkinkan jatah legiun asing Maung Bandung menjadi empat orang. Sementara kontestan lain, hanya bisa menggunakan tiga penggawa internasional. Kecuali ingin merogoh kocek lebih dalam demi sejajar Pangeran Biru.


Belum lagi, masalah operator penyelenggara yang notabene petinggi klub yang identik dengan warna biru tersebut. Contohnya, Glen Sugita yang merupakan Presiden Persib jadi Komisaris Utama di PT LIB. Ada kemungkinan peraih peringkat tiga Piala Presiden 2017 mendapat keistimewaan.


Yunus berusaha meredakan suasana. Menurutnya, penetapan petinggi operator murni faktor sumber daya manusia sang pengelola. Keputusan mutlak diambil demi masyarakat Indonesia yang selalu mengingini kompetisi menghibur.


“Fair to play menjadi warna dalam gelaran perdana setelah bebasnya PSSI dari pembekuan 2015. Tidak adanya kompetisi yang tidak berat sebelah, tentu melahirkan pesepak bola andal pada masa mendatang. Sesuai visi PSSI yang mengingini kemajuan sepak bola Indonesia,” pungkasnya. (*/asp/bby/k11/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore