
Ilustrasi
JawaPos.com - Rumah berlantai dua di Kampung Pesanggrahan RT03/05, Desa Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor ambruk, kemarin. Akibat peristiwa itu, penghuni rumah, Idin (54) dan ibu mertuanya Junaeni alias Jujum (72) tewas tertimbun.
Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 14.50 WIB. Awalnya, rumah Idin nampak seperti biasanya. Setelah salah satu warga belanja di warung sembako milik Idin, tiba-tiba ada gemuruh seperti gempa.
“Ada suara tapi belum rubuh. Pas saya sudah di sampai rumah baru terdengar,” ujar Lilis (27) tetangga yang tinggal dekat rumah korban seperti ditulis Radar Bogor (Jawa Pos Group), Minggu (19/3).
Ahmad Jajuli, warga yang melintas juga bergegas menuju sumber suara. Pria yang sehari-hari berjualan di sekolah itu mengatakan peristiwa terjadi saat SDN 01 Cisarua yang tak jauh dari lokasi kejadian sepi dari aktivitas siswa. “Anak-anak tidak ada karena sekolah sampai siang aja,” terangnya.
Warga lainnya, Ujang mengaku dirinya sedang bersih-bersih halaman rumah saat peristiwa terjadi. “Saya mendengar ada yang sedang menutup rolling door, tiba tiba rumah itu roboh," kata Ujang yang juga tetangga korban.
Idin (54) yang berada di dalam rumah meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua. Begitupula sang mertua, Jujum yang sedang berkunjung ikut tertimpa puing bangunan dan mengalami patah kaki. Jujum segera dilarikan ke Rumah Sakit PMI Bogor. Namun tadi malam, Jujum meninggal dunia saat mendapat pengobatan.
Lurah Cisarua Endang Sumantri mengatakan dugaan sementara penyebab robohnya bangunan lantaran beban material di rumah lantai dua. "Pemilik rumah (Idin, red) sedang berencana membangun rumah. Dia menaruh barang-barang material (pasir, semen dan hebel) di lantai dua. Karena bangunan sudah tua, tidak kuat menahan beban, terjadilah kejadian ini (roboh)," jelas Endang di lokasi kejadian.
Petugas Polsek Cisarua yang tiba di lokasi menelusuri korban lainnya. Sebab dikhawatirkan ada korban lain yang tertimbun sehingga proses pencarian korban terus berlangsung hingga malam hari.
Kapolsek Cisarua Kompol Sujito menjelaskan, rumah Idin terdapat dua lantai. Lantai bawah digunakan untuk usaha warung, sedangkan lantai dua bangunan dibiarkan kosong. “Di atas banyak barang atau material bangunan,” kata Sujito.
Proses evakuasi dilakukan tim BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tagana dibantu warga membongkar bangunan untuk memudahkan proses evakuasi korban. “Sejauh ini baru ada dua korban,” imbuhnya.(don/c/nas/JPG)

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
