Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Maret 2017 | 02.18 WIB

Tembak di Tempat Bandar Narkoba

TEGAS: Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol Fatkhur Rahman (kanan) ketika berbincang dengan Pimred Jawa Pos Nurwahid (kiri) di ruang redaksi Jawa Pos. - Image

TEGAS: Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol Fatkhur Rahman (kanan) ketika berbincang dengan Pimred Jawa Pos Nurwahid (kiri) di ruang redaksi Jawa Pos.


JawaPos.com- Pengedar dan bandar narkoba di Jatim harus berpikir ulang untuk meneruskan kegiatan haramnya. Ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim Brigjen Pol Fatkhur Rahman menyatakan, pihaknya akan menerapkan kebijakan yang lebih tegas.



Pertama, memerintahkan tembak di tempat bagi bandar dan pengedar narkoba yang tak menyerah ketika ditangkap. ’’Tak perlu basa-basi lagi. Tapi, jika mereka langsung menyerah dan kooperatif, tentu kami proses seperti biasa,’’ ujar jenderal polisi bintang satu tersebut.



Dia menilai dampak kejahatan narkoba sangat banyak. ’’Bukan hanya penggunanya, tetapi juga keluarga pengguna. Seluruh masyarakat bisa rusak,’’ katanya.



Kebijakan kedua adalah memiskinkan bandar. ’’Sekali kena, kami akan menelusuri aset-asetnya. Pasti kami jerat dengan pasal-pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU, Red),’’ tutur mantan Wadirlantas Polda Jatim itu. Menurut dia, terlalu enak bila bandar masih memegang aset-asetnya. ’’Dia bisa tetap mengoperasikan sindikatnya dari balik penjara. Berbeda halnya jika asetnya sudah disita,’’ tegasnya.



Fatkhur juga menjelaskan pembagian sasaran pengungkapan. BNN tingkat provinsi lebih berfokus pada jaringan, bukan hanya pengungkapan pengguna atau pengedar. ’’Jadi, kami lakukan pemetaan jaringan pada tersangka yang telah ditangkap. Kami telusuri, lalu kami bekuk,’’ terangnya.



Sepanjang 2016, BNNP Jatim mengungkap 47 jaringan dan menetapkan 56 orang sebagai tersangka. Total barang bukti yang disita adalah 21 kg sabu-sabu, lebih dari 30 butir ekstasi, dan 11 kg ganja kering.



Selain itu, Fatkhur menerangkan permen dot yang belakangan diketahui tidak mengandung narkoba. ’’Fenomena ini bagus menurut saya. Sebab, ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba. Ini modal yang baik,’’ tuturnya. Dengan maraknya isu tersebut, orang tua lebih waspada. ’’Jadi lebih mengawasi anaknya,’’ imbuhnya. (*/c18/ano)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore